Generasi Milenial Rentan Tertular Covid-19 di Amerika

Generasi Milenial Rentan Tertular Covid-19 di Amerika
Ilustrasi. (Foto: via Pixabay)
Ilustrasi. (Foto: via Pixabay)
Jakarta, NU Online
Kasus Coronavirus Desease 2019 (Covid-19) hampir mengenai semua kelompok umur. Meskipun data di beberapa negara orang di atas umur 50 tahun yang rentan, tetapi tidak demikian di Amerika Serikat (AS).

Di negeri Paman Sam itu, data terbaru seperti dilansir BBC menunjukkan bahwa generasi milenial merupakan kelompok umur yang rentan tertulat Covid-19.

Sejauh ini pemerintah AS baru mengetes tiga kelompok masyarakat, yaitu mereka yang sakit setelah kembali dari negara terjangkit corona, orang yang berinteraksi dengan pasien positif corona, dan mereka yang mengalami gejala.

Data itu dikumpulkan dengan berbagai metode. Akibatnya, data tersebut memunculkan kesimpulan yang membingungkan dan tidak mencerminkan kondisi nyata di lapangan.

Fenomena itu memunculkan asumsi tentang kegagalan pemerintah AS menyosialisasikan dampak virus corona kepada generasi muda. Data awal tentang sejumlah kasus virus corona paling awal di AS sebenarnya menggambarkan ancaman nyata yang dihadapi anak muda.

Dari beragam data dari berbagai negara, jelas bahwa mereka yang berusia muda dan sehat bisa menyebarkan virus ini ke orang lanjut usia maupun ke mereka yang kesehatannya buruk.

Sebelumnya, Ketua PBNU Bidang Kesehatan dr Syahrizal Syarif menegaskan, masyarakat tidak perlu panik. Tidak perlu berpikir bahwa semua orang demam, batuk, pilek, pasti terkena corona. Tidak boleh menuduh seperti itu.

Karena penyebabnya bisa banyak sekali. Kecuali kalau sudah sesak napas, itu beda. Kalau seseorang ada sesak napas, tidak perlu pikir panjang, langsung bawa ke dokter.

Namun, berbeda dengan seseorang yang sudah berumur di atas 60 tahun. jika demam, batuk, pilek, istirahat di rumah 2 hari, jika belum reda, bawa ke dokter. Karena seorang dengan rentang umur di atas 60 bisa ke arah serius.

Menurut Syahrizal, pencegahan virus ini salah satunya dengan pendeteksian dini terhadap setiap orang, khususnya yang pernah memiliki kontak dengan pasien positif Covid-19.
 
"Saat ini pemerintah harus jemput bola. Masyarakat juga diharapkan kerja samanya untuk selalu mematuhi protokol pencegahan Covid-19," tegas Syahrizal, Kamis lalu di Jakarta.

Deteksi dini harus dilakukan, khususnya bagi orang-orang yang pernah memiliki kontak dengan pasien Covid-19. Telusuri, tes, dan tangani adalah kuncinya. Langkah pencegahan dini juga merupakan kunci keberhasilan Korea Selatan dan Singapura dalam menghadapi serangan virus corona.

Pewarta: Fathoni Ahmad
Editor: Muchlishon
BNI Mobile