Tanggapi Jubir Pencegahan Corona, Gus Nabil: Negara Melindungi Semuanya

Tanggapi Jubir Pencegahan Corona, Gus Nabil: Negara Melindungi Semuanya
Anggota Komisi IX DPR RI/Ketum Pagar Nusa M Nabil Haroen menanggapi pernyataan Jubir Pencegahan Corona Achmad Yurianto yang kontroversial. (Foto: istimewa)
Anggota Komisi IX DPR RI/Ketum Pagar Nusa M Nabil Haroen menanggapi pernyataan Jubir Pencegahan Corona Achmad Yurianto yang kontroversial. (Foto: istimewa)
Jakarta, NU Online
Juru Bicara Pemerintah untuk Penangananan Covid-19 Achmad Yurianto dianggap melontarkan kalimat kontroversial ketika memberikan keterangan pers soal perkembangan kasus Corona di Indonesia. Dalam pernyataan itu, ia meminta orang kaya untuk melindungi orang miskin.
 
"Yang kaya melindungi yang miskin agar bisa hidup dengan wajar, dan yang miskin melindungi yang kaya agar tidak menularkan penyakitnya. Ini menjadi kerja sama yang penting," kata Achmad Yurianto seperti pada tayangan video ini.
 
Pernyataan tersebut menimbulkan beragam respons dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Anggota Komisi IX DPR RI, Muchamad Nabil Haroen.
 
Menurut Gus Nabil, sapaan akrabnya, untuk perlindungan terhadap wabah covid-19 tidak ada perbedaan perlindungan. Konstitusi mengamanatkan, negara melindungi semua elemen bangsa. Tidak dibeda-bedakan antara yang miskin dan yang kaya. 
 
"Seorang juru bicara seharusnya tidak mengkotak-kotakkan seperti itu. Ini saatnya kita bergotong royong menghadapi wabah Covid-19. Semuanya punya kewajiban dan tanggun gjawab sesuai proporsi masing-masing," kata Gus Nabil yang juga Ketua Umum PP Pagar Nusa Nahdlatul Ulama ini.
 
Gus Nabil menegaskan, penyakit tidak mengenal strata sosial dan bisa mengenai siapa saja. "Orang miskin pengetahuan dan perasaan seperti Pak Yuri-lah yang menyebabkan perlawanan terhadap Covid19 semakin kacau," tegas Gus Nabil.
 
Seorang jubir, lanjut Gus Nabil, harus pandai memilih diksi yang tepat. Jangan sampai, niat baik yang disampaikan dengan diksi kurang tepat malah membuat gaduh dan memperkeruh suasana.
 
"Ini saatnya kita membangkitkan gairah persatuan dan kerjasama, tanpa membedakan strata sosial. Karena keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Saya kira Pak Yuri harus belajar lagi tentang Pancasila," pungkas Gus Nabil.
 
 
Editor: Kendi Setiawan
BNI Mobile