MWCNU Ledokombo Jember Guyur Disinfektan, Fatayat Ikut Pikul Tangki Semprot

MWCNU Ledokombo Jember Guyur Disinfektan, Fatayat Ikut Pikul Tangki Semprot
Tiga anggota Fatayat NU Ledokombo, Jember tengah bersiap-siap untuk menyemprotkan disinfektan ke fasilitas umum di sebuah desa di Kecamatan Ledokombo. (Foto: NU Online/Aryudi AR)
Tiga anggota Fatayat NU Ledokombo, Jember tengah bersiap-siap untuk menyemprotkan disinfektan ke fasilitas umum di sebuah desa di Kecamatan Ledokombo. (Foto: NU Online/Aryudi AR)

Jember, NU Online

MWCNU Ledokombo, Kabupaten Jember, Jawa Timur benar-benar total dalam berusaha meredam penyebaran Covid-19 melalui penyemprotan cairan disinfektan. MWCNU yang dipimpin Lora Miftahul Hasan Arifin ini berhasil menggerakkan seluruh kekuatan NU di wilayahnya untuk bersatu padu mengusir virus tersebut, mulai dari Bagana (Banser Siaga Bencana), Fatayat, Muslimat dan LPBI (Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim).

 

Alhamdulillah, semua kekuatan NU di Kecamatan Ledokombo bisa kita kerahkan untuk memerangi Covid-19,” ujar Lora Miftahul Hasan Arifin kepada NU Online di sela-sela mendampingi penyemprotan mushala di Desa Suren, Kecamatan Ledokombo, Senin (30/3).

 

Menurut Ra Mif, sapaan akrabnya, penyemprotan disinfektan tersebut adalah pengulangan yang kedua kalinya. Penyemprotan tahap pertama sudah dimulai sejak tanggal 24 hingga 27 Maret 2020. Sasaran penyemprotan adalah fasilitas umum yang belum tersentuh oleh penyemprotan dari Puskesmas setempat. Yaitu sekolah, mushala, toilet umum, dan sebagainya. Dalam kurun waktu 4 hari, sebanyak 543 fasilitas umum di seluruh desa di Kecamatan Ledokombo sudah berhasil diguyur disinfektan.

 

“Fasilitas umum yang disemprot oleh tim Puskesmas setempat adalah masjid dan pesantren. Kami memilih fasilitas di luar itu,” ucapnya.

 

Untuk menghasilkan pencegahan (penularan) yang efektif, tambah Ra Mif, maka sejatinya perlu diulang penyemprotannya. Oleh karena itu, pihaknya sudah memulai penyemprotan tahap kedua dengan sasaran yang sama, yaitu dari tanggal 28 hingga 31 Maret 2020.

 

“Agar efektif, maka untuk mencegah penularan virus itu, minimal penemprotan diulang dua kali dalam seminggu,” ungkapnya.

 

Yang menarik, wanita (Fatayat) juga tak mau kalah dibanding laki-laki dalam menyumbangkan tenaganya untuk mengusir virus Corona. Mereka juga memikul tangki untuk melakukan penyemprotan di area yang dihuni kaum hawa.

 

“Aksi sosial ini adalah buah sinergi dengan semua elemen NU kecamatan (Ledokombo), termasuk Fatayat,” ucap Ra Mif.

 

Cucu pencipta shalawat Nahdliyah (KH Hasan Abdul Wafie) itu menegaskan, pihaknya memang sangat serius dalam mengantisipasi pencegahan penularan Covid-19. Sebab, tidak sedikit warga Ledokombo yang bekerja di luar daerah seperti Bali, Jakarta, dan sebagainya.

 

“Karena itu, kami juga punya pengurus di desa (Ranting NU), ikut memantau orang yang baru datang dari luar kota, untuk diantisipasi kemungkinan terpaparnya virus Corona,” jelasnya.

 

Pewarta: Aryudi AR

Editor: Ibnu Nawawi

 

 

BNI Mobile