Alissa Wahid Ingatkan Pentingnya Gerakan Kemanusiaan untuk Warga Miskin Terdampak Covid-19

Alissa Wahid Ingatkan Pentingnya Gerakan Kemanusiaan untuk Warga Miskin Terdampak Covid-19
Alissa Wahid (Foto: NU Online/Suwitno)
Alissa Wahid (Foto: NU Online/Suwitno)
Jakarta, NU Online
Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Alissa Wahid mengingatkan pentingnya gerakan kemanusiaan dalam merespons pandemi virus corona atau Covid-19. Gerakan kemanusiaan disebut Alissa menjadi kebutuhan untuk saling membantu dan saling menjaga terhadap warga miskin yang terdampak Covid-19.

"Banyak orang yang sebelumnya tidak dalam kategori yang penghasilannya di bawah 2 Dollar per hari, di bawah standar minimal itu, di bawah standar kemiskinan itu, mereka selama ini bisa hidup cukup baik walaupun tidak berlebihan dengan upah harian. Nah, sekarang ketika mereka tidak memiliki upah harian juga tidak masuk dalam kategori yang penerima manfaat keluarga harapan, maka orang-orang ini juga membutuhkan bantuan," kata Alissa kepada NU Online, Kamis (2/4) melalui sambungan telepon.

Alissa meminta siapa pun yang memiliki kelebihan harta agar dalam membantu warga miskin yang terdampak Covid-19 tidak hanya sekali, tetapi berkelanjutan. Hal itu dikarenakan masa darurat penanganan Covid-19 diperpanjang sampai 29 Mei 2020.

"Jadi kalau bisa sih yang pada hidupnya berlebih atau cukup, itu bukan hanya menyumbang saat ini aja, tapi juga nanti nyumbang di pertengahan April, di akhir April, terus juga di pertengahan Mei kan karena masa-masa itu masa-masa cukup sulit juga. Jadi jangan merasa bahwa oh saya kemarin sudah nyumbang 100 ribu (rupiah) terus udah," ucapnya.

"Karena kecenderungan selama ini kalau ada bencana yang seperti itu ya di awal sumbangan banyak sekali, tapi habis itu, habis tiga minggu terus nggak ada orang yang menyumbang lagi, padahal pada saat itu kebutuhan untuk aspek kesehatan lebih sangat penting misalnya orang mulai sakit. Jadi memang harus bersiap-siap untuk saling membantu sampai akhir Mei," imbuhnya.

Ia mengapresiasi langkah seperti yang dilakukan oleh sejumlah anggota DPR, DPRD, atau PNS yang gajinya dipotong untuk kepentingan warga miskin terdampak Covid-19.

"Kita lebih banyak membutuhkan orang yang kayak gitu, tapi ya jangan sekali aja bulan ini, bulan April dan Mei juga," jelasnya.

Sebagai informasi, hingga berita ini ditulis, data dari Kementerian Kesehatan menunjukan bahwa jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1677 orang dengan rincian sebanyak 103 orang sembuh, 157 orang meninggal, dan sisasnya masih dalam perawatan.

Pewarta: Husni Sahal
Editor: Abdullah Alawi
 
BNI Mobile