Pulang dari Tanah Rantau, Warga Madura Diimbau Isolasi Diri 14 Hari

Pulang dari Tanah Rantau, Warga Madura Diimbau Isolasi Diri 14 Hari
Wakil Ketua PCNU Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Kiai A Dardiri Zubairi. (Foto: Istimewa)
Wakil Ketua PCNU Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Kiai A Dardiri Zubairi. (Foto: Istimewa)
Sumenep, NU Online
Mendekati bulan Ramadhan, warga Madura, Jawa Timur, terutama di Kabupaten Sumenep biasanya sudah bersiap diri untuk mudik dari tanah perantauannya. Mereka ingin kembali berkumpul dengan keluarganya menikmati suasana rumah yang lama ditinggal bekerja. Satu bulan Ramadhan penuh hingga sepekan di bulan Syawal menjadi puncak momentum kumpul-kumpul warga Madura dengan keluarganya masing-masing.
 
Namun, untuk kali ini masyarakat Madura perlu berpikir ulang untuk mudik sepanjang wabah virus Corona (Covid-19) belum juga mereda. Dan bagi sebagian mereka yang sudah terlanjur mudik di tengah merebaknya Covid-19 harus mematuhi prosedur tetap (protap) medis, salah satunya seperti mengisolasi diri selama 14 hari.
 
"Bagi warga Madura yang pulang dari tanah rantau, terutama dari daerah zona merah, seperti Jakarta, Surabaya, Malang, dan sebagainya. Mohon untuk bersabar untuk tinggal di rumah selama 14 hari," kata Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, Kiai A Dardiri Zubairi, Ahad (5/4).
 
Permintaan dirinya itu bukan berarti tidak memperhatikan keinginan masyarakat Madura yang ingin mudik, kembali bersua dengan keluarganya. Menurutnya, hal itu sangat manusiawi. Bahkan sudah menjadi hak masing-masing mereka. Akan tetapi, lanjutnya, mereka juga perlu memperhatikan keselamatan warga yang berada di lingkungannya, mengingat penularan wabah Covid-19 cukup cepat.
 
"Perantau pulang adalah hak, sementara warga kampung yang ingin selamat juga punya hak. Menegakkan hak seseorang tak bisa meniadakan hak orang lain," jelas pria yang akrab disapa Ke Dar ini.
 
Karena itu, menurut Ke Dar, harus ada titik tengah untuk kemudian dijadikan prinsip dalam menentukan sikapnya. Sementara titik tengahnya tidak ada pilihan lain kecuali mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) medis yang selama ini dijalankan.
 
"Nah, jalan tengahnya selama 14 hari sejak kedatangan para perantau tinggal di rumah saja. Adil bukan?," tuturnya.
 
Virus corona tidak bisa muncul tiba-tiba tanpa ada perantara. Peristiwa penyebaran virus yang selama ini terjadi di sejumlah daerah, diketahui karena ada penularan dari beberapa orang yang terjangkiti virus corona kepada orang lain yang ada di sekelilingnya. Baik itu karena terjadi kontak langsung atau perantara lainnya.
 
"Virus Corona tidak muncul sendiri dari suatu daerah, tapi dibawa dari luar," ujar dia.
 
Dengan demikian, setiap orang hari ini dituntut meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19. Apalagi perantau yang baru tiba di daerahnya setelah melintasi kawasan yang masuk zona merah.
 
"Jika muncul gejala, langsung menghubungi petugas kesehatan. Semoga kita selamat semua," pungkasnya.
 
Pewarta: Syamsul Arifin
Editor: Muhammad Faizin
BNI Mobile