Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Positif Corona, Mantan Perdana Menteri Libya Mahmoud Jibril Meninggal 

Positif Corona, Mantan Perdana Menteri Libya Mahmoud Jibril Meninggal 
Mantan Perdana Menteri Libya, Mahmoud Jibril, meninggal dunia setelah terinfeksi virus corona (Covid-19). (Foto: Mahmud Turkia/AFP)
Mantan Perdana Menteri Libya, Mahmoud Jibril, meninggal dunia setelah terinfeksi virus corona (Covid-19). (Foto: Mahmud Turkia/AFP)
Tripoli, NU Online
Mantan Perdana Menteri Libya, Mahmoud Jibril, meninggal dunia setelah terinfeksi virus corona (Covid-19). Dia meninggal pada usia 68 tahun di Kairo, Mesir, Ahad (5/4), pukul 14.00 waktu setempat. 

Jibril meninggal setelah dua pekan mendapatkan perawatan medis. Jibril dirawat di Rumah Sakit Khusus Ganzouri di Kairo pada 21 Maret lalu setelah menderita serangan jantung dan tiga hari kemudian dinyatakan positif virus corona.
 
Mrimi mengatakan, Jibril tampak dalam kondisi stabil dalam beberapa hari terakhir dan bahkan bersiap-siap meninggalkan rumah sakit sebelum kondisinya memburuk lagi. "Dia mulai pulih kemarin lusa tapi kemudian dia mulai memburuk lagi," kata Direktur Rumah Sakit Khusus Ganzouri, Hisyam Wagdy, seperti diberitakan AFP.

Jibril adalah penasihan ekonomi di pemerintahan Muammar Gaddafi di tahun-tahun terakhirnya, sebelum bergabung dengan revolusi pada 2011. Pada awal-awal pemberontakan Libya, Jibril melakukan beberapa perjalanan ke luar negeri untuk menggalang dukungan Eropa dan Amerika Serikat (AS). 

Dia kemudian memimpin Dewan Transisi Nasional—pemerintahan sementara selama pemberontakan yang didukung NATO yang berhasil menggulingkan dan membunuh Gaddafi. Jadi, Jibril adalah pemimpin sementara (interim) Libya sampai negara itu mengadakan pemilu pada 2012.
 
Jibril ikut dalam pemilu Libya tersebut dan partainya berhasil memenangkan pemilihan namun gagal meraih mayoritas di Parlemen. Akhirnya Parlemen Libya memilih seorang independen untuk menduduki kursi perdana menteri.

Jibril meninggalkan Libya selama negara itu mengalami kekacauan dan kekerasan pada tahun-tahun berikutnya. Dia kemudian ditinggal di Mesir dalam beberapa tahun terakhir.  

Sebelum kematian Jibril, otoritas Libya mengonfirmasi bahwa ada 18 kasus virus corona dan 1 meninggal di negara itu. 
 

Pewarta: Muchlishon
Editor: Kendi Setiawan
Posisi Bawah | Youtube NU Online