Teknis Khataman Daring PMII Yogyakarta di Masa Covid-19

Teknis Khataman Daring PMII Yogyakarta di Masa Covid-19
Dalam pelaksanaannya, khataman online ini diikuti oleh berbagai angkatan yang ada di PMII Rayon Wisma Tradisi. Melalui  WAG, kader bisa memilih juz 1-30 yang akan dibaca. (Ilustrasi)
Dalam pelaksanaannya, khataman online ini diikuti oleh berbagai angkatan yang ada di PMII Rayon Wisma Tradisi. Melalui  WAG, kader bisa memilih juz 1-30 yang akan dibaca. (Ilustrasi)
Yogyakarta, NU Online
Sejak pertengahan bulan Maret 2020 lalu, media masa Indonesia dipenuhi imbauan pemerintah supaya jaga jarak atau social distancing sebagai langkah memutus rantai penyebaran virus corona (Covid-19).  
 
Jika biasanya aktivitas kader PMII Rayon Wisma Tradisi Yogyakarta berjalan secara kolektif tatap muka, datangnya musibah Covid-19 mengubah dinamika kaderisasi menjadi kaderisasi virtual. 
 
Tak hanya diskusi online, pengurus Rayon PMII Wisma Tradisi Yogyakarta rutin  khataman online. Dalam satu bulan ada empat kali khataman yang  diikuti oleh kader Rayon Wisma Tradisi lintas angkatan.
 
"Melihat situasi yang tidak memungkinkan untuk berkumpul saat ini, salah seorang kader mengusulkan Muqoddaman Al-Qur'an, lalu pengurus merumuskan teknisnya. Jadilah khataman Al-Quran via online ini," kata Wildan Faiz Mubarrok, Ketua Rayon PMII Wisma Tradisi Yogyakarta, Rabu (08/4).
 
Wildan merasa tidak tenang, musibah yang tengah melanda bangsa Indonesia bahkan dunia Internasional sejak Desember 2019 lalu di China tersebut. Dalam doanya ia meminta agar pemerintah dan para medis diberikan kekuaatan.
 
"Semoga wasilah Al-Qur'an berkah Bulan Sya'ban, kami berharap musibah corona segera sirna. Kehidupan kembali normal dan para medis segera dapat berkumpul dengan keluarganya," lanjut pria asal Jombang yang tercatat sebagai mahasiswa MPI Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini.
 
Dalam pelaksanaannya, khataman online ini diikuti oleh berbagai angkatan yang ada di PMII Rayon Wisma Tradisi. Melalui  WAG, kader bisa memilih juz 1-30 yang akan dibaca. Setelah daftar nama di grup terpenuhi, khataman Al-Quran dengan diawali tawasul kepada Nabi Muhammad SAW, para ulama NU, kedua orang tua dan keluarga.
 
Tawasul juga dihadiahkan kepada para muassis, muharrik PMII, wabil khusus keluarga wisma tradisi dan PMII pada umumnya, negara dan bangsa beserta Muslimin seluruh dunia. Sementara khataman juga dimaksudkan agar Allah mengabulkan hajat masing-masing kader.
 
Waktu yang diberikan untuk menyelesaikan bacaan satu juz adalah sepekan. Para kader yang sudah selesai lalu memberikan tanda centang biru pada daftar nama di WAG, dan ditutup dengan pembacaan doa khotmil Quran oleh Ketua Rayon Wisma Tradisi.
 
Kontributor: Siti Nur Syamsiah
Editor: Kendi Setiawan
BNI Mobile