Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

60 Tahun Berkiprah, PMII Tak Pernah Surut untuk Mengabdi

60 Tahun Berkiprah, PMII Tak Pernah Surut untuk Mengabdi
Ketua Ikatan Keluarga Alumni PMII Jember, Jawa Timur, Akhmad Taufiq. (Foto: NU Online/Aryudi AR)
Ketua Ikatan Keluarga Alumni PMII Jember, Jawa Timur, Akhmad Taufiq. (Foto: NU Online/Aryudi AR)
Jember, NU Online
Kader-kader PMII diharapkan aktif dan progresif dalam mengambil inisiasi perubahan yang lebih baik bagi Indonesia. Sebab, bangsa ini butuh peran generasi muda berwawasan kebangsaan cukup  luas, sehingga Indonesia menjelma sebagai negara maju tanpa harus kehilangan kebudayaannya.

Demikian diungkapkan Ketua Ikatan Keluarga Alumni PMII Jember, Akhmad Taufiq di sela-sela Refleksi Kebangsaan 60 tahun PMII di Jember, Kamis (16/4).

Menurutnya, PMII cukup lama mengabdi untuk bangsa dan negara dengan memberikan sumbangsih pemikrian, tenaga, dan karya-karya nyata demi kemajuan Indonesia.

“Semuanya diniati bahwa pergerakan untuk perubahan itu adalah bentuk pengabdian yang tinggi bagi bangsa yang kita cintai ini. PMII tak pernah surut untuk mengabdi,” ujarnya.

Taufiq menekankan pentingnya kader PMII menghidupkan dan mengembangkan visinya untuk taat pada komitmen politik kebangsaan. Katanya, komitmen untuk memegang teguh politik kebangsaan merupakan manifestasi luhur karakter PMII yang senantiasa menjunjung tinggi sikap kenegarawanan di tengah suasana tarik-menarik kepentingan  yang terjadi secara luar biasa saat ini.
 
“Komitmen kebangsaan kita tak boleh luntur, apapun yang terjadi,” lanjutnya.

Di bagian lain, Dosen Universitas Jember  itu menegaskan,  PMII sebagai organisasi pergerakan dan sebagai salah satu wadah ekstra mahasiswa yang berada di garda terdepan saat reformasi 1998, harus memiliki tanggung jawab untuk mengawal tercapainya reformasi. Yaitu terbentuknya masyarakat sipil yang kuat dan  dewasa, dan terciptanya  penyelenggaraan negara yang jauh dari budaya koruptif.

“Oleh karena itu, menjaga dan mengembangkan kritisisme dan inklusivitas secara terus-menerus adalah keniscayaan bagi PMII. Kader PMII jangan pernah  takut untuk mengkritik kebijakan pemerintah,” jelasnya.

Wakil Ketua PCNU Jember itu mendorong agar kader PMII dapat mengambil inisiasi untuk terlibat dalam peran-peran strategis dalam kondisi apapun bangsa. Termasuk dalam hal ini adalah ikut berperan dalam program pencegahan Covid-19, yang itu sekaligus harus dibarengi dengan kemampuan memberikan pencerahan di tengah selubung gelap atas kondisi yang terjadi.

“Tentu kondisi bangsa yang dilanda ketakutan dan kecemasan, jelas akan berakibat pada tidak produktifnya bangsa ini, yang berangsur-angsur akan mengalami keterpurukan. Kader PMII tidak boleh tinggal diam dengan merebaknya virus Corona,” pungkasnya.

Di tempat terpisah, Ketua Pengurus Cabang PMII Jember, Baijuri  berharap agar peringatan Harlah ke-60 PMII ini dapat dijadikan momentum untuk meningkatkan pengabdian pada bangsa dan negara.

“Negara butuh pengabdian kita semua, masyarakat butuh karya-karya nyata kita,” ucapnya.

Pewarta: Aryudi AR
Editor: Ibnu Nawawi
Posisi Bawah | Youtube NU Online