IMG-LOGO
Nasional

Peduli Dampak Corona, NU Luncurkan ‘Gerakan Suroboyo Wareg Berkah’

Ahad 26 April 2020 16:30 WIB
Peduli Dampak Corona, NU Luncurkan ‘Gerakan Suroboyo Wareg Berkah’
Ketua PCNU Kota Surabaya meluncurkan gerakan lumbung ketahanan pangan (Foto NU Online/Istimewa)
Surabaya, NU Online
Sudah jamak disadari bahwa yang terdampak bagi tersebarnya virus Corona adalah para pekerja kasar, buruh harian dan sejenisnya. Mereka tidak lagi bisa keluar rumah, padahal sumber penghidupan diperoleh dari sana.
 
Pada saat yang sama, tidak banyak yang memiliki kepedulian atas penderitaan yang dihadapi warga terdampak seperti ini. Karenanya, aneka terobosan hendaknya dilakukan untuk memastikan warga terdampak tetap bisa bertahan hidup dengan layak.
 
Penderitaan warga, khususnya di Kota Surabaya semakin lengkap karena telah diputuskan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB. Padahal masalah yang ditimbulkan akibat aturan tersebut tidak ringan, khususnya dampak sosial.
 
“Dalam rangka mendukung penerapan PSBB, terutama mengantisipasi dampak sosial dan ekonomi yang dimungkinkan timbul, maka PCNU Surabaya menyiapkan program ‘lumbung ketahanan pangan’,” kata H Achmad Muhibbin Zuhri, Ahad (26/4).
 
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya, Jawa Timur tersebut mengemukakan bahwa lumbung ketahanan pangan akan didirikan di 31 titik. 
 
“Jangan sampai ada warga NU dan warga masyarakat pada umumnya yang tidak bisa berbuka dan sahur selama Ramadhan,” ungkap Cak Muhibbin, sapaan akrabnya.
 
Dikemukakan bahwa konsep gerakan ini memberdayakan potensi warga, dari warga, oleh dan untuk warga. 
 
“Dan secara teknis operasionalnya menyesuaikan dengan protokol social distanting,” terang dosen pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya tersebut.
 
Kepada NU Online, Cak Muhibbin mengemukakan bahwa sumber bahan pokok nantinya diperoleh dari warga NU yang memiliki kelebihan rizki dan usaha lain dari kepengurusan NU di semua tingkatan serta dukungan pemerintah setempat.
 
Untuk bantuan dari para aghniya atau orang kaya yang berupa uang, akan disampaikan berupa voucher yang digunakan untuk membeli bahan pokok di sejumlah warung pracangan di kampung. 
 
“Ini sekaligus supaya usaha-usaha warung kecil tetap eksis,” urainya.
 
Sedangkan bantuan ventura berupa bahan pokok, akan dirupakan makanan siap saji yang dikelola divisi dapur umum. 
 
“Tapi kita tidak membuat dapur masak di satu tempat,” katanya. Bahan pokok dititipkan kepada ibu-ibu Muslimat NU untuk dimasak di rumahnya masing-masing dan didistribusikan kepada para tetangga yang memerlukan atau warga terdampak, lanjutnya.
 
Terakhir, sebagian bantuan bahan pokok akan salurkan secara langsung atau mentahan dalam bentuk paket sembako.
 
“Kendati demikian diberikan kepada warga terdampak tanpa berkerumun," pungkasnya.
 
Bagi warga yang berkenan berbagi, dapat mengirimkan bahan pokok ke Kantor PCNU Kota Surabaya di Jalan Bubutan Gang VI/2 Kota Surabaya. Atau dapat mentransfer ke rekening: 0948435923 BNI Syariah atau 200835099-7 atas nama Mochammad Faisol.
 
 
Pewarta: Ibnu Nawawi
Editor: Aryudi AR
 
Bagikan:

Baca Juga

IMG
IMG