IMG-LOGO
Fragmen

Selisih 16 Tahun, GP Ansor dan Fatayat Lahir pada Tangggal dan Bulan Sama

Sabtu 25 April 2020 03:00 WIB
Selisih 16 Tahun, GP Ansor dan Fatayat Lahir pada Tangggal dan Bulan Sama
Harlah GP Ansor dan Fatayat jatuh di tanggal dan bulan sama
Badan otonom Nahdlatul Ulama untuk pemuda, GP Ansor dan untuk pemudi, Fatayat, lahir di bulan yang sama, yaitu April. Hari lahir keduanya jatuh pula di tanggal yang sama, yakni 24. GP Ansor pada 1934, sementara Fatayat 1950. Hanya beda tahun saja.  Dengan demikian, selisih keduanya terpaut 16 tahun.     

GP Ansor merupakan badan otonom pertama di NU, sementara Fatayat ketiga. Di antara keduanya lahir Muslimat NU, sebuah banom untuk kalangan ibu-ibu. Sebagai badan otonom, organisasi-organisasi tersebut memiliki AD/ART sendiri yang berbeda, tapi tetap tidak bertentangan dengan visi dan misi induknya. 

Menurut Ensiklopedia NU, GP Ansor dipelopori pemuda-pemuda Syubbanul Wathan (Pemuda Tanah Air) yang didirikan pemuda binaan Kiai Abdul Wahab Hasbullah (1924). Mereka telah dikader sejak beberapa tahun sebelumnya oleh Kiai Wahab melalui Nahdlatul Wathan (1916) dan Tashwirul Afkar (1918).  

Para pemuda di Syubbanul Wathan di kemudian hari, setelah NU berdiri menginginkan adanya sebuah organisasi yang menjadi sayap NU. Para pelopor di antaranya adalah Thohir Bakri dan Abdullah Ubaid. Yang disebut pertama adalah Ketua Umum pertama. Kemudian pada tahun 1934, disahkan sebuah organisasi bernama Ansor Nahdlatoel Oelama (ANO) yang kini disebut GP Ansor.  

Nama Ansor ini merupakan saran KH Abdul Wahab Chasbullah, guru kaum muda kalangan pesantren saat itu. Nama itu diambil dari nama kehormatan yang diberikan Nabi Muhammad SAW kepada penduduk Madinah yang telah berjasa dalam perjuangan membela dan menegakkan agama Allah, sahabat golongan anshar (penolong). 

Dengan demikian nama tersebut dimaksudkan dapat mengambil hikmah serta tauladan terhadap sikap, perilaku dan semangat perjuangan para sahabat Nabi yang mendapat predikat penolong tersebut. Gerakan ANO harus senantiasa mengacu pada nilai-nilai dasar Sahabat Ansor, yakni sebagai penolong, pejuang dan bahkan pelopor dalam menyiarkan, menegakkan dan membentengi ajaran Islam Ahlussunah wal Jamaah.  

Pada awalnya, ANO tidak secara formal organisatoris belum bagian dari struktur organisasi NU. Hubungan ANO dengan NU bersifat hubungan pribadi antartokoh. Baru pada Muktamar NU ke-9 di Banyuwangi, tepatnya pada tanggal 10 Muharram 1353 H atau 24 April 1934, ANO diterima dan disahkan sebagai bagian (departemen) pemuda NU dengan pengurus antara lain: Ketua H.M. Thohir Bakri; Wakil Ketua Abdullah Oebayd; Sekretaris H. Achmad Barawi dan Abdus Salam. Saat ini Gerakan Pemuda Ansor dipimpin H Yaqut Cholil Qoumas. 

Sementara Fatayat dipelopori tiga serangkai Murthasiyah, Khuzaimah Mansur, dan Aminah. Organisasi ini lahir setelah banom Muslimat berdiri.  

Di bulan yang sama, lahir organisasi mahasiswa NU, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia pada 17 April 1960. Namun, organisasi ini pada perkembangannya memilih hubungan iterdependensi dengan NU. Para Ketua Umum PP Fatayat NU dari masa ke masa adalah: Murtasiyah, Chuzaiman Mansur, dan Aminah Mansur (1950-1952), Nihayah Bakri (1952-1956), Hj. Aisyah Dahlan (1956-1959), Nihayah Maksum (1959-1962), Hj. Malichah Agus Salim (1962-1979), Hj. Mahfudhoh Aly Ubaid (1979-1989), Hj. Sri Mulyati Asrori (1989-2000), hj. Maria ulfah anshor (2000-2010), Hj. Ida Fauziyah (2010-2015), Anggia Ermarini (2015-sekarang). 
 
Penulis: Abdullah Alawi
Editor: Fathoni Ahmad 
 
Bagikan:

Baca Juga

IMG
IMG