Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Ikhtiar Memberdayakan Jamiyah di Ponorogo Lewat Koin NU

Ikhtiar Memberdayakan Jamiyah di Ponorogo Lewat Koin NU
Nana (kiri) bersama tim NU Care-LAZISNU melakukan sosialisasi Koin NU. (Foto: NU Online/Yoga)
Nana (kiri) bersama tim NU Care-LAZISNU melakukan sosialisasi Koin NU. (Foto: NU Online/Yoga)
Ponorogo, NU Online
Agar Nahdlatul Ulama menjadi jamiyah yang mandiri, penmggalangan dana dari internah jamaah sangatlah mutlak dilakukan. Bila telah mampu membiayai seluruh kebutuhan dirinya, maka jamiyah akan semakin berwibawa.
 
Karenanya, Kotak Infaq NU atau Koin NU akan disosialisasikan secara masif di wilayah Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Dari gerakan ini nantinya menjadi menjadi harapan baru bagi kemandirian jamaah dan jamiyah. 
 
Manajer fundraising NU Care-Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama atau LAZISNU Jenangan, Nur Kasanah mengatakan Koin NU nantinya secara masif akan digunakan warga untuk diisi dalam rangka menyokong kemandirian khususnya di kawasan setempat. 
 
"Untuk sosialisasi, sudah kita lakukan di beberapa Unit Pengumpul Zakat atau UPZIS Pengurus Ranting NU di wilayah Jenangan. Seperti di Mrican  sudah memesan sekitar 200 Koin," katanya, Senin (4/5). 
 
Nana sapaan akrab dosen Insitut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo tersebut menuturkan untuk saat ini karena sedang terjadi pandemi Covid-19, maka belum melakukan pendistribusian. 
 
"Menunggu kondisi membaik, baru nanti tim bergerak intens dan cepat," terangnya. 
 
Aktivis Pengurus Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama atau ISNU Ponorogo tersebut juga menyampaikan dengan adanya Koin NU ini dapat mendorong sejumlah program yang memang dicanangkan oleh NU setempat. 
 
"Jadi jangan anggap remeh uang receh. Karena jika dikumpulkan bisa menjadi menggunung," tegasnya.
 
Alumnus pascsarjana IAIN Ponorogo yang meneliti gerakan Koin NU di Sragen Jawa Tengah tersebut mencontohkan  gerakan koin dari hasil riset tesisnya. 
 
"Saya 6 bulan mencari data di NU Care-LAZISNU Sragen dan uang receh serta koin itu terkumpul Rp4,9 milyar dalam setahun yang dipakai dalam program karitas dan pemberdayaan Nahdliyin dan warga Sragen secara umum," ujarnya. 
 
Dijelaskan, timnya juga masif melalukan penitipan Koin NU di beberapa toko yang ada di wilayah Jenangan. Dengan harapan bisa segera mencapai target untuk dikembangkan dalam rangka membangun kemandirian jamiyah dan umat. 
 
"Semoga Covid-19 segera berakhir dan tim LAZISNU bisa bergerak lebih cepat untuk memberdayakan Nahdliyin," pungkasnya.
 
Kontributor: Yoga
Editor: Ibnu Nawawi
BNI Mobile