Relawan NU Parepare Berbagi hingga Dini Hari 

Relawan NU Parepare Berbagi hingga Dini Hari 
Pembagian bantuan dari NU Parepare kepada masyarakat yang membutuhkan. (Foto: Dok Istimewa)
Pembagian bantuan dari NU Parepare kepada masyarakat yang membutuhkan. (Foto: Dok Istimewa)
Parepare, NU Online
Tim Relawan Pencegahan Covid-19 Parepare, Sulawesi Selatan terus bergerak membantu masyarakat. Tim merupakan gabungan dari PCNU, PMII, IPNU, Laskar Santri, dan NU Care-LAZISNU Kota Parepare. Sasaran penerima bantuan di antaranya panti asuhan, pondok pesantren, panti jompo, hinggga kaum dhuafa.
 
Sebelum memasuki bulan suci Ramadhan, para relawan telah menyalurkan lebih dari seribu paket sembako. Adapun bantuan yang disalurkan sampai akhir Ramadhan kurang 3200 paket sembako dan 3500 nasi kota. Untuk pembagian nasi kota dilakukan setiap menjelang berbuka puasa.
 
Pembagian nasi pada hari pertama Ramadhan dimulai di depan Patung Cinta Habibie Ainun sebagai land mark Kota Parepare.  Di akhir Ramadhan tim lalu berbagi di sekitar Pusat Pendaratan Ikan (PPI) Cempae Soreang.
 
Banyaknya uang dalam bentuk zakat fitrah yang diserahkan kepada mereka yang berhak menerima zakat kurang lebih 70 juta rupiah dari para muzaki. Angka ini di luar ekspektasi, apalagi dalam kondisi pandemi corona.
 
Panglima Laskar Santri yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Al-Mustaqim Ustadz Abdullah Hamzah mendampingi para tim relawan menelusuri perkampungan yang dianggap layak warganya menerima bantuan hingga dini hari. 

Terkadang tim bertanya kepada Ustadz Abdullah Hamzah ini bulan Ramadhan dibutuhkan istirahat yang cukup, bagaimana mengatur waktu istirahatnya? Ia menjawab, "Berbagi dan menyalurkan bantuan kepada saudara-saudara yang membutuhkan uluran tangan itulah waktu istirahat kami,"
 
Artinya bulan Ramadhan justru memacu dan memotivasi untuk lebih semangat berbagi. Saat melihat waktu sudah menunjukkkan lewat tengah malam, tim sering menghubungi Ustadz Abdullah hanya ingin berkomunikasi terkait bantuan yang telah disalurkan.
 
"Mohon maaf Ustadz sementara berbagi di atas Pekuburan Laberru," kata Ustadz Abdullah.
 
Tim pun mengingatkan bahwa waktu sudah terlalu malam. Ustadz Abdullah menjawab singkat, "Doakan kami, Ustadz."
 
Kerja-kerja ikhlas dengan semangat berbagi memang terus digelorakan kepada kader NU. Ketua PCNU Parepare Dr Kiyai Hannani juga mengingatkan para tim Relawan Covid-19 untuk tetap menjaga kesehatan dan berstirahat yang cukup, agar dapat beraktivitas hingga akhir Ramadhan.

Di ujung Ramadhan, tim mendapat info dari Pimpinan Pusat (PP) LAZISNU di Jakarta bahwa NU Care-LAZISNU Parepare adalah salah satu kabupaten atau kota di Indonesia diberikan kepercayaan untuk menyalurkan zakat fitrah yang masuk lewat PP LazisNU. Ini artinya, perjuangan sejak berdirinya LAZISNU Kota Parepare kurang lebih tiga tahun sudah mendapat respons dari PP LAZISNU. Hal itu juga tidak lepas dari kebersamaan dan semangat ingin berkhidmat untuk kerja-kerja keumatan.
 
LAZISNU Parepare juga menyampaikan kepada amil zakat dari NU Care-LAZISNU dan Ustadz Abdullah hari ke-29 Ramadhan atau paling lambat tanggal 30 Ramadhan orang mengeluarkan zakat akan berakhir. Ternyata sampai malam takbiran masih ada warga menyalurkan zakat fitrahnya. Malam takbir itu juga zakat tersebut disalurkan kepada yang berhak.

Editor: Kendi Setiawan
BNI Mobile