Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Malam Ini Ada Gerhana Bulan Penumbra

Malam Ini Ada Gerhana Bulan Penumbra
Fase–fase gerhana sama untuk seluruh Indonesia sehingga tidak ada perbedaan antara satu lokasi dengan lokasi yang lain.
Fase–fase gerhana sama untuk seluruh Indonesia sehingga tidak ada perbedaan antara satu lokasi dengan lokasi yang lain.

Jakarta, NU Online

Malam ini akan terjadi Gerhana Bulan Penumbra di seluruh wilayah Indonesia. Hasil perhitungan Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) menunjukkan bahwa peristiwa langit tersebut akan terjadi pada Sabtu (6/6) pukul 00.45.56 WIB sampai dengan 04:04:08 WIB.

 

"Hasilnya menunjukkan akan terjadi peristiwa Gerhana Bulan Penumbra pada Sabtu Pon tanggal 15 Syawwal 1441 H yang bertepatan dengan tanggal 6 Juni 2020 M," ujar Ma'rufin Sudibyo, Wakil Sekretaris LF PBNU, Jumat (5/6).

 

Hasil hisab dengan menggunakan sistem haqiqy bittahqiq (kontemporer) ini menunjukkan Awal Gerhana Bulan Penumbra (P1) di seluruh Indonesia terjadi pada pukul 00:45:56 WIB. Lalu, pertengahan Gerhana Bulan Penumbral terjadi pada pukul 02:25:02 WIB. Sementara akhir Gerhana Bulan Penumbra (P4) terjadi pada pukul 04:04:08 WIB.

 

Fase–fase gerhana tersebut, jelas Ma'rufin, sama untuk seluruh Indonesia sehingga tidak ada perbedaan antara satu lokasi dengan lokasi yang lain. Perbedaan mendasar hanyalah bahwa hampir seluruh Indonesia mengalami fase–fase gerhana secara utuh, kecuali sebagian Pulau Papua.

 

Di Papua, hanya fase awal gerhana dan pertengahan gerhana saja yang terjadi. Sementara fase akhir gerhana tidak terjadi karena berlangsung pada saat yang sama dengan 
terbenamnya bulan atau terbitnya matahari. 

 

Ma'rufin menerangkan dari hasil hisab tersebut, diketahui bahwa durasi Gerhana Bulan Penumbral ini mencapai 3 jam 18 menit 12 detik dengan magnitudo gerhana mencapai 57 persen penumbral sehingga hanya 57 persen cakram Bulan akan tertutupi oleh kerucut bayangan tambahan bumi. 

 

Hasil hisab juga, lanjutnya, menunjukkan sepanjang tahun 1441 H akan terjadi tiga peristiwa Gerhana Bulan. Seluruhnya merupakan Gerhana Bulan Penumbral.

 

"Masing–masing pada bulan Jumada Ula 1441 H / Januari 2020 Miladiyah, bulan Syawwal 1441 H atau Juni 2020 Miladiyah dan bulan Dzulqa'dah 1441 H / Agustus 2020 Miladiyah," katanya.

 

Sebagaimana diketahui, Gerhana Bulan Penumbra (GBP) atau Gerhana Bulan Samar terjadi saat istikbal, namun bulan tidak bersinggungan sama sekali dengan kerucut bayangan inti (umbra) bumi. Cakram bulan hanya memasuki kerucut bayangan tambahan (umbra) bumi, bagi seluruhnya maupun sebagian saja. Pada puncak gerhana, ketampakan bulan sangat sulit dibedakan dengan bulan purnama biasa kecuali oleh perukyat (pengamat) yang berpengalaman.

 

Perukyat berpengalaman akan menyaksikan bagian tertentu bulan sedikit lebih gelap dibanding bagian lainnya di puncak gerhana. "Dalam literatur falak klasik, Gerhana Bulan seperti ini disebut khusuf asy–syabahi seperti disebutkan dalam kitab Irsyadul Murid karya KH Ghozali Fathullah," pungkasnya.

 

Pewarta: Syakir NF
Editor:

BNI Mobile