Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Di Tengah Pandemi Covid-19, Rasika FM Bareng NU Gencar Siarkan Dakwah Virtual

Di Tengah Pandemi Covid-19, Rasika FM Bareng NU Gencar Siarkan Dakwah Virtual
Radio Rasika FM Semarang (Foto: Ilustrasi)
Radio Rasika FM Semarang (Foto: Ilustrasi)

Semarang, NU Online
Radio Rasika FM yang bermarkas di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah sejak 3 bulan terakhir bekerjasama dengan Nahdlatul Ulama gencar melakukan siaran dakwah untuk mengisi agenda dakwah agar tetap berjalan, meski dengan tidak bisa bertemu langsung dengan audien saat pandemi Covid-19.

 

Radio yang didirikan Mursyid Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah Al-Utsmaniyah KH Ahmad Asrori Al-Ishaqi ini menyiarkan secara live kegiatan pengajian mujahadah, istighotsah, dan keagamaan lainnya tanpa harus memobilisasi massa di tengah pandemi Corona.

 

"Alhamdulillah, kami pengelola Radio Rasika FM bersama seluruh radio jaringan yang tersebar di beberapa kota bisa berkontribusi untuk siar Agama Islam ala Ahlusunnah waljamaah," ujar Direktur Rasika FM H Hasanuddin kepada NU Online, Senin (8/6).

 

Dikatakan, dirinya hadir untuk mengisi ruang yang kosong dengan dakwah yang sejuk yakni memutar ulang pengajian, nasehat, dan tuntunan dari almaghfurlah Romo KH Asrori Al-Ishaqi di seluruh radio jaringan sejak puluhan tahun lalu.

 

"Saat pandemi Covid-19 ini frekwensi siaran dakwah kami tambah dengan menggelar siaran langsung seperti khususiyah, majelis maulidurrasul, dan yang terakhir kemarin haul ke-120 Mbah Sholeh Darat kerja bareng PCNU dan Kopisoda Kota Semarang," terangnya.

 

Hasanudin mengatakan, sejak tiga bulan lalu, tepatnya sejak 27 Maret lalu Rasika FM meluncurkan program majelis selametan, kontennya mujahadah, istighotsah, dan doa bersama. "Untuk menjamin keberlangsungan program, kami menjalin kerja sama dengan Jamaah Al-Khidmah Kabupaten Semarang dan majelis-majelis ta'lim yang dikelola warga NU," tuturnya.

 

Durasi siaran program ini lanjutnya, dialokasikan satu jam dan diletakkan di awal dan akhir siaran, dan tengah hari saat pendengar istirahat siang yaitu jam 12.00 – 13.00.

"Program selametan yang telah disiarkan sejak tiga bulan lalu  itu berhasil dilaksanakan majelis selametan sebanyak 90 episode dengan total pemirsa/penonton Yaoutube & FB 415.090 dan 1.889 orang yang minta doa. Jumlah itu tidak termasuk pendengar Rasika Group yang  mencapai 400.000," ungkapnya. 

 

Disampaikan, setelah lebaran program siaran majelis selametan ini tetap di lanjutkan, waktunya di pindah ke jam 20.00-21.00. Khusus jumat ditambah jam 12.00 – 13.00  untuk membidik segmen ibu-ibu dan remaja putri.

 

"Program siaran selametan ini sejalan dengan metode kai NU yang dalam mengarahkan jamaahnya agar selalu  mencintai para nabi, wali Allah, dan ulama melalui majelis-majelis dzikir, shalawat, manaqib, mujahadah, tahlil, dan sebagainya. Dengan memanfaatkan media radio, aktivitas itu tetap bisa dijalankan meski di tengah pandemi  Covid-19," ujarnya.

 

Hasanuddin yang juga Ketua PW LDNU Jateng tahun 2010 itu berharap, kegiatan dakwah di Rasika FM terus bisa berlanjut meski pandemi Covid-19 sudah berkurang. Apalagi di Rasika seluruh sarana dan prasarana tersedia semuanya termasuk siaran live via facebook.

 

"Kami sangat bergembira jika teman-teman NU dan komunitas tahlil, dzikir, manaqib hingga mujahadah berkenan mengisi ruang dakwah di Rasika FM. Sehingga jamaah dan pendengar tetap bisa mengikuti kegiatan meski tanpa harus tatap muka," ucap Hasanuddin yang juga dosen UIN Wali Songo Semarang ini. 

 

Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Semarang Syamsul Ridwan mengatakan, kegiatan doa bersama atau berjamaah dalam satu majelis menjadi tradisi yang kuat di lingkungan warga NU. 

 

"Namun dengan adanya kebijakan pemerintah memberlakukan physical distancing dan social distancing sebagai bagian dari pemenuhan protokol kesehatan dalam upaya memutus mata rantai Covaid-19 menjadikan kegiatan-kegiatan itu terkendala," kata Syamsul di Semarang.

 

Menurutnya, agar kegiatan-kegiatan itu tetap bisa dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, maka lokasi kegiatan digeser. Jamaah  tidak berada dalam satu majelis tetapi cukup di tempat tinggal masing-masing dan bisa mengikuti kegiatan ini secara live  melalui siaran radio dan YouTube Jamaah Al-Khidmah Kabupaten Semarang.

 

"Prosesi doa yang dipandu para imam doa memang dilakukan di studio Radio Rasika FM dan disiarkan secara live sehingga bisa diikuti oleh jamaah nahdliyin dari tempat tinggalnya masing-masing," jelasnya.


Kontributor: Samsul Huda
Editor: Abdul Muiz 

BNI Mobile