Masuki Pelonggaran Lockdown, Saudi Belum Cabut Larangan Umrah dan Ziarah

Masuki Pelonggaran Lockdown, Saudi Belum Cabut Larangan Umrah dan Ziarah
Kondisi Masjidil Haram Makkah di masa Pandemi Covid-19. (Foto: via Reuters/Abdel Ghani Bashir)
Kondisi Masjidil Haram Makkah di masa Pandemi Covid-19. (Foto: via Reuters/Abdel Ghani Bashir)

Jakarta, NU Online

Meskipun telah memasuki masa pelonggaran penguncian wilayah secara nasional (lockdown) bagi negara-negara lain, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi belum mencabut larangan ibadah umrah dan ziarah bagi umat Islam dari seluruh dunia. Artinya, kebijakan yang digulirkan sejak 27 Februari 2020 itu masih berlaku hingga saat ini.


Hal itu ditegaskan Konsul Haji KJRI Endang yang terus memantau kebijakan Arab Saudi di tengah pandemi Covid-19 yang kasusnya masih merebak di Saudi.


"Aturan larangan umrah dan ziarah yang terbit sejak 27 Februari lalu belum dicabut dan masih berlaku hingga sekarang," terang Endang, Rabu (10/6) dilansir laman kemenag.go.id.


Ditegaskan Endang, meski lockdown mulai dlonggarkan, Pemerintah Saudi juga menerbitkan sejumlah aturan kewaspadaan sehingga kebijakan umrah dan ziarah Masjid Nabawi tetap ditutup (suspend) sementara.


Menurutnya, penutupan tersebut bahkan sampai waktu yang tidak ditentukan. Langkah-langkah kebijakan selanjutnya akan disesuaikan dengan kondisi Covid-19 secara global serta rekomendasi pihak-pihak terkait.


Ditambahkan Endang, musim umrah 1441 H telah selesai. Saat ini kalau dalam situasi normal, seharusnya sudah memasuki musim haji.


"Penyelenggaraan umrah mungkin dibuka kembali pada Muharram 1442 H atau sekitar September 2020, itu pun kalau pandemi Covid-19 sudah selesai di Saudi,” jelas Endang.


Hingga Rabu (10/6/2020), Arab Saudi telah melaporkan 112.288 dengan kasus baru pada hari itu sebanyak 3.717.


Kementerian Kesehatan Arab Saudi juga mengumumkan tambahan 1.615 pasien sembuh, sehingga total menjadi 77.954 pasien sembuh. Sebanyak 36 pasien dikonfirmasi meninggal sehingga total kematian berjumlah 819 orang.


Jumlah pasien terinfeksi corona di dunia, hingga Kamis (11/6) pukul 08.16 WIB adalah 7.451.523 kasus. Ini artinya, dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, ada penambahan 109 ribu kasus.


Pasalnya, pada Rabu (10/6) pukul 17.31 WIB, jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 di dunia adalah 7.342.779 kasus.


Dari 7,4 juta orang yang positif terinfeksi Covid-19, 418.872 pasien meninggal dunia dan 3.733.376 dinyatakan sembuh. Terdapat 213 negara dan wilayah di seluruh dunia yang telah melaporkan Covid-19.


Pewarta: Fathoni Ahmad

Editor: Kendi Setiawan

BNI Mobile