RMINU Bogor Targetkan Pendataan 1000 Pesantren

RMINU Bogor Targetkan Pendataan 1000 Pesantren
Ketua RMINU Bogor, KH Abdul Basith Mahfuf (Foto: Pesantren Cinta Rasul)
Ketua RMINU Bogor, KH Abdul Basith Mahfuf (Foto: Pesantren Cinta Rasul)

Bogor, NU Online
Rabithah Ma'ahid al Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Bogor, Jawa Barat mengagendakan pendataan pesantren-pesantren di wilayahnya.

 

Ketua RMINU Bogor, KH Abdul Basith Bogor mengatakan berdasarkan data Kemenag Kabupaten Bogor ada lebih dari 1.400 pesantren dengan berbagai arah afiliasinya. Melihat tradisi dan amaliah di masyarakat, pihaknya meyakini setidaknya ada 80 persen persen adalah NU.

 

"Belum lagi masih banyak pesantren yang tidak atau belum berizin Kemenag. Jika data Kemenag ini diverifikasi, didata ulang, disertifikasi ulang oleh RMINU, kami yakin juga jumlahnya akan di atas 1000 pesantren NU," katanya, Jumat (12/6). 


Pihaknya menambahkan, jika pendataan tersebut sudah lengkap akan dicatatkan sebagai ‘Bogor, Kabupaten Seribu Pesantren NU’ di MURI.


Selain pendataan pesantren, langkah lainnya yang akan segera dilakukan adaah pembentukan PAC RMI di 40 kecamatan. Saat ini baru 14 PAC yang sudah terbentuk kepengurusan RMI-nya. Keberadaan RMINU di tingkat PAC nantinya akan membantu pendataan pesantren tersebut.

 

"Tiap PAC diminta mendata dan menyetorkan minimal 30 pesantren NU di wilayahnya sampai akhir tahun ini. Sementara pembentukan PAC lain terus diupayakan dilakukan," imbuh Pengasuh Pesantren Cinta Rasul Bogor ini.


Kiai Basith menceritakan Bogor mempunyai banyak kiai kharismatik seperti KH Muhammad Dalam Pegentongan, Kiai Abdullah bin Nuh, KH Falak. Pada era tahun 1970-199an terdapat nama-nama seperti KH Abdurrahim Sanusi pengasuh Pesantren Al Aulia Cibungbulang yang juga Ketua PCNU tiga periode; KH Istikhori dari Pesantren Darut Tafsir Ciampea, KH Makmur Zawawi yang sampai sekarang masih hidup, dan kiai lainnya.


Selain itu, juga terdapat kiai-kiai lain yang ada di hampir setiap kampung yang dikenal dengan sebutan 'Mama'. "Ada Mama Jogjogan, dan lainnya. Mereka semua adalah penganut Aswaja dan sangat dekat dengan Amaliyah NU," katanya.


Pendataan pesantren dan pembentukan PAC tersebut merupakan dua dari lima program kerja, selain pendirian Pesantren Bela Negara, penyelenggaraan Jambore Santri Nusantara ketiga yang ditargettkan Oktober 2020, dan Liga Santri Nasional yang saat ini masih menunggu PP RMI.


Semua program tersebut, menyusul terbentuknya Formatur Pengurus PC RMI NU Kabupaten Bogor periode 2019-2024. Formatur telah dilakukan penyerahan surat permohonan pengesahan pengurus 2019-2024 kepada Ketua PCNU Kabupaten Bogor, KH Aim Zaimuddin, MA dan Sekum PCNU Abdus Somad, SIP di kantor PCNU Kab Bogor di Cibinong, Kamis (11/6).


"Formatur terdiri dari sembilan calon penasihat, ketua, Wakil ketua, Sekretaris, Wakil Sekretaris Bendahara, dan empat Kabid. Kami menyebutnya 'Tim Kerja Sembilan'. Ramping, Efektif, Militan," tegasnya.

 

Pewarta: Kendi Setiawan
Editor: Fathoni Ahmad
 

BNI Mobile