Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Pendekar Pagar Nusa Kubu Raya Diingatkan Berikan Sumbangsih untuk NU dan Bangsa

Pendekar Pagar Nusa Kubu Raya Diingatkan Berikan Sumbangsih untuk NU dan Bangsa
Ujian Kenaikan Pangkat pendekar Pagar Nusa di di Pondok Pesantren Hidayatul Mukhsinin, Kubu Raya, Kalbar. (Foto: NU Online/Siti Maulida) 
Ujian Kenaikan Pangkat pendekar Pagar Nusa di di Pondok Pesantren Hidayatul Mukhsinin, Kubu Raya, Kalbar. (Foto: NU Online/Siti Maulida) 

Kubu Raya, NU Online

Pendekar sebagai bagian tidak terpisahkan dari negeri ini kontribusinya selalu ditunggu bagi perbaikan bangsa. Sedangkan mereka yang terhimpun dalam Pagar Nusa juga sangat diharapkan memberikan sumbangsih bagi Nahdlatul Ulama. 

 

Penegasan ini disampaikan Khotibul Umam pada acara Ujian Kenaikan Tingkat atau UKT akbar yang digelar Pondok Al-Khoziny serta dipusatkan di Pondok Pesantren Hidayatul Mukhsinin, Kubu Raya, Kalimantan Barat. 

 

“Kontribusi pendekar Pagar Nusa selalu diharapkan untuk terus berkhidmat dengan cinta kasih serta akhlakul karimah kepada negara dan Nahdlatul Ulama,” katanya, Kamis (18/6). Dengan keikhlasan dan kesungguhan berkhidmat, berkah para kiai bercucuran menemani aktivitas sehari-hari, lanjutnya.

 

Pada kesempatan tersebut, Khotibul Umam juga menceritakan pengalamannya. Semakin serius berkhidmat, berkah kian mengalir dan rejeki yang didapatkan juga demikian. Sebaliknya, jika semangatnya kendor, maka rejekinya pun ikut menurun. 

 

“Percayalah berkah para masayikh kita tidak akan pernah habis. Berkhidmat di Pagar Nusa, berkhidmah di NU jangan takut menjadi miskin. Rejeki akan terus mengalir, jika kita ikhlas dan sungguh-sungguh,” ujarnya.

 

Lebih lanjut disampaikan bahwa pendekar Pagar Nusa tidak pernah diajari kekerasan. Melainkan harus selalu mempergunakan kekuatan selaras dengan akal dan hati nurani, agar selalu toleran dan ringan tangan dalam membantu serta melindungi tanpa membedakan. 

 

“Pendekar Pagar Nusa tidak ugal-ugalan, anarkis dan tetap sowan kepada para kiai,” tegasnya.

 

UKT akbar dihadiri Ketua Padepokan Al-Khoziny Kalimantan Barat, Khotibul Umam, Saprian, Sayful Adhim, Hoiri, Yahya huzainy, Yusuf dan Topan.

 

Kegiatan bertujuan untuk membentuk karakter seorang pesilat yang tidak arogan dan bisa beradaptasi di masyarakatnya serta selalu istikamah dalam beribadah.

Kegiatan juga dihadiri Pengurus Wilayah Pagar Nusa Kalimantan Barat yaitu Winarno, guru besar Perguruan Pari Kesit Jumadi, dan Rohim selaku Ketua Wilayah Perguruan Gasmi. Empat pondok pesantren juga turut meramaikan dan menjadi peserta pada UKT padepokan Al- Khoziny yakni, Pesantren Darul Ulum, Darun Nasyiin, Hidayatul Mukhsinin dan Ainul Yaqin.

 

Kontributor: Siti Maulida
Editor: Ibnu Nawawi
 

BNI Mobile