Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Muslimat dan Fatayat NU Jepara Minta Akseptor KB Atur Jarak Kehamilan

Muslimat dan Fatayat NU Jepara Minta Akseptor KB Atur Jarak Kehamilan
Monitoring kegiatan KB dari BKKBN Jateng di Muslimat NU Jepara, Jateng (foto: NU Online/Syaiful Mustaqim)
Monitoring kegiatan KB dari BKKBN Jateng di Muslimat NU Jepara, Jateng (foto: NU Online/Syaiful Mustaqim)

Jepara, NU Online

Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU dan Fatayat NU Kabupaten Jepara, Jawa Tengah mengajak kepada akseptor Keluarga Berencana (KB) di musim pandemi Covid-19 tetap atur jarak kehamilan. 

 

"Hal ini penting dilakukan, agar tujuan membentuk keluarga bahagia dan sejahtera dapat tercapai dengan baik. Dengan program tersebut pihaknya berharap bisa mewujudkan generasi yang berkualitas dalam pembangunan bangsa," ujar Ketua Muslimat Jepara Hj Noor Ainy.

 

Hal itu disampaikan pada acara gelar Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Sejuta Akseptor yang berlangsung di Klinik Masyithoh Jepara, Kompleks Gedung NU Jepara, Jalan Pemuda No 51, Rabu (17/6).

 

Kegiatan yang diselenggarakan dalam menyambut Hari Keluarga Nasional (Harganas) tersebut diisi beberapa kegiatan di antaranya Pelayanan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) IUD dan Implan, monitoring serta penyerahan bantuan sembako dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah. 

 

Kepada NU Online, Sabtu (20/6) Noor Ainy menjelaskan, kegiatan pelayanan KB di saat pandemi Covid-19 tetap diadakan. Untuk pelayanan KB berlangsung 6 hari dari tanggal 8, 15, 17, 19, 22, dan 23 Juni 2020. 

 

Sedangkan bantuan sembako sejumlah 65 paket yang semula paket sembako diperuntukkan akseptor (orang yang menerima dan mengikuti program) di Kecamatan Karimunjawa. Akan tetapi karena kondisi pandemi Covid-19 distribusi sembako diberikan di 4 titik pelayanan KB," jelasnya. 

 

Disampaikan, dalam suasana pandemi kegiatan tetap dijalankan dengan menggunakan protokol kesehatan. “Selama masa pandemi pelayanan KB tiap fasilitas kesehatan (faskes) dibatasi hanya 10 akseptor tiap hari,” katanya. 

 

Selain pembatasan jumlah akseptor, protokol lain yang juga harus dipatuhi yaitu: akseptor datang cuci tangan/ memakai hand sanitizer terlebih dahulu sebelum masuk ruangan, dites suhu tubuh dengan thermometer gun, akseptor harus mengenakan masker, ditanyakan mengenai riwayat perjalanan akseptor, dan menjaga jarak antrean. Sementara untuk tenaga kesehatan (Nakes) menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap. 

 

"Dengan pelayanan KB tersebut pihaknya mengajak masyarakat untuk mengatur jarak kehamilan, dan mengantisipasi meningkatnya jumlah kehamilan di masa pandemi Covid-19," ucapnya. 

 

Kabid KB dan Pengendalian Penduduk Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Jepara, Triyuwono Wahyu Nugrono berharap Muslimat NU sebagai ormas di bawah naungan Nahdlatul Ulama bisa ikut menyukseskan program pengendalian penduduk kader-kader dari Muslimat NU dan Fatayat NU di tingkat Ranting atau desa. 

 

"Kami siap jemput bila anggaran kami masih tersedia," jelas penanggung jawab program ini. 

 

Salah satu peserta, Siti Rokayati asal Desa Blingoh RT 10 RW 06 Kecamatan Donorojo Kabupaten mengucapkan terima dengan adanya program tersebut. 

 

Dengan program ini kami bisa ikut KB tanpa bayar sehingga meringankan beban kami," pungkasnya. 

 

Kontributor: Syaiful Mustaqim)
Editor: Abdul Muiz

BNI Mobile