Gandeng Lakpesdam, LPPNU Kudus Akan Dirikan Sekolah Berbasis Alam

Gandeng Lakpesdam, LPPNU Kudus Akan Dirikan Sekolah Berbasis Alam
Halaqah LPPNU dan Lakpesdam NU Kudus bahas sekolah alam (Foto: NU Online/M Farid)
Halaqah LPPNU dan Lakpesdam NU Kudus bahas sekolah alam (Foto: NU Online/M Farid)

Kudus, NU Online
Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah H Rois Noor mengatakan, dirinya berencana mendirikan sekolah alam terbuka di Kudus. 

 

"Di sekolah itu anak didik akan belajar dari alam serta belajar mengolah alam. Lebih dari itu, kurikulum pendidikannya juga akan diintegrasikan dengan ilmu bisnis dan pemasaran untuk bisa menciptakan cluster ekonomi baru bagi Nahdliyin," ujarnya kepada NU Online, Selasa (23/6).

 

Dikatakan, gagasan itu sudah dalam tahap persiapan akhir dengan  menggandeng Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Kudus.

 

"Gagasan ini muncul melihat banyaknya sarjana pertanian atau peternakan yang tidak minat terjun sesuai disiplin ilmunya. Kenyataannya mereka banyak yang memilih profesi dosen atau guru," ungkapnya.

 

Tentu lanjutnya, ini merupakan persoalan serius, karena pada kenyataan di lapangan masih diperlukan pada petani dan peternak bimbingan bagaimana bertani dan beternak dengan baik agar bisa menghasilkan produk yang baik sesuai permintaan pasar.

 

"Kita butuh mereka yang siap terjun ke dunia pertanian dan peternakan sesuai disiplin ilmu yang dimilikinya," tandasnya.

 

Penasehat Lakpesdam NU Kudus H Murtono menyebutkan, banyak potensi kader NU yang belum tergarap. Di antara sebabnya ialah belum adanya pemetaan keinginan (passion) yang sesuai dengan minat dan bakat generasi muda NU.

 

“Terlalu banyak teori tapi minim aplikasi,” katanya.

 

Disampaikan, pentingnya melakukan pemetaan passion untuk bisa menumbuhkan daya kreatif dan profesionalitas kader di bidangnya masing-masing. "Passion itu bisa dipetakan manakala seseorang mau terjun langsung mempraktekkan apa yang menjadi minat dan keinginan," ucapnya.

 

Dirinya mencontohkan dalam dunia pertanian dan peternakan. Untuk bisa menemukan passion-nya generasi muda memang harus terjun langsung ke sawah, tidak bisa hanya sebatas teori. 

 

"Di Australia tidak ada orang punya kambing itu hanya puluhan, minimal ribuan. Dan banyak lahan pertanian dan peternakan di Australia ataupun Jerman itu milik anak muda, hal itu yang belum banyak ada di Indonesia,” papar Wakil Rektor Universitas Muria Kudus (UMK) ini.

 

Pada kesempatan ini ia juga mengkritisi dunia akademis kampus di Indonesia. Banyak sekali mahasiswa yang ketika sudah lulus dari kampus justru jauh dari peradaban kampung halamannya. Banyak yang kemudian gengsi untuk ke sawah atau beternak. 

 

“Di bidang lain pun demikian, lulusan pertanian tetapi profesinya guru. Padahal dalam materi keguruan itu ada psikologi perkembangan dan sebagainya,” ujar dia. 

 

Menurutnya, NU dirasa sudah saatnya kembali mendekatkan generasi muda Indonesia dengan alam dan lingkungan sekitar. Tujuannya agar keilmuan yang dimiliki benar-benar bermanfaat untuk kebaikan alam dan kesejahteraan bersama. 

 

"Saya berharap program kerja sama antara LPPNU dan Lakpesdam dapat segera direalisasikan," pungkasnya.

 

Kontributor: M Farid
Editor: Abdul Muiz

BNI Mobile