Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Makara Art Center UI Helat Pagelaran Wayang Potehi Secara Daring

Makara Art Center UI Helat Pagelaran Wayang Potehi Secara Daring
Wayang Potehi. (Foto: dok. MAC UI)
Wayang Potehi. (Foto: dok. MAC UI)

Jakarta, NU Online

Dalam upaya menggali khazanah seni budaya Nusantara dan merangsang kreativitas para seniman di era pandemi Covid-19, Makara Art Centre Universitas Indonesia (MAC UI) akan menyelenggarakan event Apresesiasi dan Gelar Seni Budaya Nusantara secara daring (online).


Dalam event ini akan ditampilkan seni budaya dan apresiasi terhadap pertunjukan tersebut dalam bentuk komentar dan tanggapan dari para ahli dan masyarakat. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan masukan yang bisa meningkatkan mutu pertunjukan.


Event ini rencana akan diselenggarakan secara rutin sebulana dua kali. Menurut Zastrouw, Kepala MAC UI, event ini merupakan bagian dari aktualisasi Visi Rektor UI, Prof Ari Kuncoro, yaitu menuju Universitas Indonesia yang inovatif, mandiri, unggul, inklusif, dan bermartabat.


“Melalui pagelaran seni budaya akan tumbuh inovasi di kalangan civitas akademika UI, lewat seni budaya juga akan tumbuh sikap inklusif, karena seni budaya bisa melembutkan rasa dan meningkatkan kepekaan pada sesama,” kata Zastrouw lewat keterangan tertulisnya, Jumat (26/6).


Untuk pagelaran pertama, akan ditampilkan Wayang Potehi dari Sanggar Rumah Cinta Wayang (Cinwa) Depok asuhan Dwi Woro Retno Mastuti, Dosen FIB UI. Wayang Potehi adalah kesenian akulturatif yang memadukan budaya Cina dengan Nusanatara.


Mengambil lakon “Siluman dari Kerajaan Koe Pid”. Mengisahkan perjuangan Hwan Hu Zhi mengalahkan siluman Co Ru Nian dan adiknya Co Lo Nan yang menjadi wabah mematikan.


Dalang dalam pertunjukan ini adalah Rahmadi Fajar Himawan dan Meilia Afkarina dengan penulis naskah Sekar Dyah P dan Rahmadi Fajar Himawan, panjak Andhika Pratama.


Menurut Woro, ini lakon carangan untuk menggambarkan situasi kekinian terkait dengan merebaknya wabah Covid-19. “Kami merespon situasi melalui seni,” kata Woro.


“Kami menjadikan era pandemi sebagai sumber untuk berkreasi, karena meski kami tak bisa pentas secara normal tapi sebagai seniman tidak mungkin kami berhenti berkreasi karena pandemi,” lanjutnya.


Tampil sebagai narasumber yang akan memberikan apresiasi terhadap pertunjukan Wayang Potehi kali ini adalah Maria Theresia Widyastuti (peneliti wayang dan Wakil Sekjen UNIMA Indonesia), Samuel Santoso (Seniman Wayang Beber) dengan moderator Alfian Siagian.


Pagelaran ini akan dilaksanakan pada Selasa, 30 Juni 2020 jam 19.00 mendatang. Bisa disaksikan melalui kanal Youtube https://bit.ly/wayangpotehiartcenter. Bagi para pemirsa yang ingin ikut dalam diskusi bisa mendaftar di link https://bit.ly/pesertadiskusiwayangpotehi.


Pewarta: Fathoni Ahmad

Editor: Abdullah Alawi

BNI Mobile