Guru Besar IAIN Surakarta Sebut Ulama Kunci Literasi bagi Umat Islam

Gelaran Weinar Nasional oleh PC LBMNU Surakarta (Foto: NU Online/Mokh Yahya)
Gelaran Weinar Nasional oleh PC LBMNU Surakarta (Foto: NU Online/Mokh Yahya)
Gelaran Weinar Nasional oleh PC LBMNU Surakarta (Foto: NU Online/Mokh Yahya)

Surakarta, NU Online
Guru Besar Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta Prof KH Mudhofir mengatakan, ulama merupakan kunci literasi bagi umat Islam. Karena itulah, peran ulama sangat penting apalagi di tengah pandemi ini. 

 

“Sebagai warga masyarakat, kita harus menjadikan ulama sebagai panutan dalam menjalankan kehidupan. Saya mengimbau seluruh warga masyarakat untuk senantiasa menjaga lingkungan dan juga mengajak untuk selalu mematuhi protokol kesehatan yang sudah dihimbau oleh pemerintah,” tuturnya.

 

Hal itu disampaikan pada gelaran Webinar Nasional dengan menggunakan media conference Zoom dan disiarkan langsung melalui channel Youtube NU Solo TV yang bertajuk 'Agama dan Pandemi' yanag dihelat Pengurus Cabang Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (24/6) kemarin.

 

Dikatakan, acara seperti ini patut diapresiasi. Oleh karena itu dia berharap diskusi-diskusi ilmiah semacam ini perlu dilestarikan. "Saya mengapresiasi kegiatan yang dihelat LBNU Surakarta untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat terutama terkait dengan masalah pandemi Covid-19," ungkap Prof Mudhofir yang juga Rektor IAIN Surakarta.

 

Hal tersebut senada dengan materi yang disampaikan oleh Koordinator Amaliah Aswaja PWNU Jawa Timur KH Fadhil Khozin. Menurutnya, peran ulama sangatlah penting di masa pandemi.
 

"Selain tawakal, kita tetap harus berikhtiar untuk menjaga diri di masa pandemi seperti ini. Silahkan tetap beribadah dengan semestinya, tetapi tetap jalankan protokol kesehatan demi kemaslahatan bersama,” katanya.

 

 

Webinar yang berlangsung selama 3 jam dan dibanjiri antusias melalui komentar baik di media conference Zoom, Whatsapp, maupun Youtube ini diakhiri dengan penyampaian materi oleh Kiai Muslihin Solihin salah satu dai di Radio DAIS Masjid Agung Jawa Tengah.

 

Di penghujung sesi materi, para nara sumber mengajak masyarakat agar tidak mudah terombang-ambing oleh pendapat pihak yang ingin mencari kambing hitam dalam situasi pandemi seperti sekarang ini. 

 

"Kita juga harus memahami hakikat pandemi, tidak langsung menghukuminya sebagai azab atau musibah. Sebagai masyarakat kita juga tidak boleh bersikap berlebihan atau ekstrem," tutup Kiai Muslihin. 

 

Ketua PC LBMNU Surakarta Mustain Nasokha kepada NU Online, Jumat (26/6) menjelaskan, webinar nasional yang diikuti kurang lebih 1.129 orang ini mendatangkan keynote speaker  Guru Besar Bidang Pengkajian Islam IAIN Surakarta, Prof KH Mudhofir serta diisi oleh empat pembicara dari LBM antara lain Kiai Mustain Nasoha yang menyampaikan materi tentang 'Peran LBM sebagai Lembaga Fatwa NU dalam Menghadapi Pandemi'.

 

"KH Asnawi Ridwan menyampaikan tentang 'Kupas Tuntas Kurban di Masa Pandemi, KH Fadhil Khozin tentang 'Peran Ulama di Masa Pandemi' dan diakhiri penyampaian materi dari Kiai Muslihin Solihin tentang 'Menjaga Akidah Umat di Masa Pandemi'," jelasnya.

 

Disampaikan, sebelum diskusi berlangsung, kegiatan webinar diawali dengan pembacaan Rotibul Haddad oleh Habib Reza bin Muhdhor Assegaf dari Pasar Kliwon, Surakarta. 

 

Kontributor: Mokh Yahya, Arindya
Editor: Abdul Muiz

BNI Mobile