Innalillahi, Tokoh NU Sukabumi KH Imam Syamsuddin Tutup Usia

Innalillahi, Tokoh NU Sukabumi KH Imam Syamsuddin Tutup Usia
KH Imam Syamsuddin di kediamannya (Foto: NU Online/Abdullah Alawi)
KH Imam Syamsuddin di kediamannya (Foto: NU Online/Abdullah Alawi)

Jakarta, NU Online 
Kabar duka dari PCNU Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, salah seorang tokohnya, KH Imam Syamsuddin tutup usia di RSUD Sekarwangi, Cibadak, Sabtu (27/6) pukul 03.10 WIB. Almarhum tercatat sebagai Wakil Rais Syuriyah dan Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia ( MUI) Kabupaten Sukabumi dan dosen STAI Al-Masthuriyah. Ia dikebumikan hari ini juga di pemakaman keluarga besarnya. 

 

Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Sukabumi Ajengan KH Mahmud Mudrikah Hanafi mengungkapkan duka mendalam atas meninggalnya Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sukabumi tersebut. 


“Kita kehilangan ulama NU, ulama Sukabumi,” ungkap pengasuh Pondok Pesantren Siqoyaturrohmah ini saat membuka Rapat Pleno PCNU Kabupaten Sukabumi, Sabtu (27/6) siang, seraya mengajak para pengurus NU untuk mendoakannya. Ajakannya itu disampaikan Wakil Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi KH Ridwan Subagya kepada NU Online, Sabtu sore. 


Kiai Ridwan mengenang almarhum sebagai sosok yang tak mengenal lelah berdakwah ke semua kalangan untuk menyampaikan syiar Islam. Padahal almarhum dalam kondisi sakit-sakitan. Jika tak melalui lisan, almarhum menyampaikan melalui tulisan. 


“Kapasitas beliau sebagai ulama yang rajin menulis sangat membantu pencerahan ke-NU-an. Belakangan beliau rajin mengirim tulisan di grup-grup medsos NU. Bukan main kontribusinya tentang ke-NU, keaswajaan, dan bahkan kebangsaan,” jelasnya.  


Menurut Ridwan, salah satu keistimewaan Kiai Imam, baik dalam ceramah lisan maupun tulisannya adalah selalu bernuansa sejarah. Ia menyampaikannya sangat rinci dan tentu saja berdasarkan data yang jarang diketahui orang lain. 


“Beliau sangat menguasai terkait sejarah Islam secara umum, sejarah NU, sejarah Islam di Sukabumi. Sehingga kalau ceramah tidak global, tapi mengambil satu bagian sejarah, tapi dengan detil,” katanya lagi. 


Dalam konteks Sukabumi, lanjut Ridwan, sosok seperti almarhum tidak banyak sehingga ia sepakat dengan apa yang dikatakan Kiai Mahmud Mudrikah bahwa PCNU dan umat Islam Sukabumi sangat kehilangannya.  
Salah satu cita-cita almarhum, menurut Kiai Ridwan, adalah menggali sejarah NU dan Islam di Sukabumi. Almarhum ingin mewujudkan dan menunjukkan kebesaran NU yang membanggakan dari sisi sejarah. 


“Ini tugas kita bersama untuk melanjutkan cita-citanya. Alfatihah…,” pungkasnya.


Pewarta: Abdullah Alawi
Editor: ALhafiz Kurniawan

BNI Mobile