Satgas NU Peduli Covid-19 Edukasi Masyarakat di Pasar Tradisional

Satgas NU Peduli Covid-19 melakukan edukasi ke pasar tradisional di Jakarta Timur, Rabu (1/7). (Foto: Anty Husnawati)
Satgas NU Peduli Covid-19 melakukan edukasi ke pasar tradisional di Jakarta Timur, Rabu (1/7). (Foto: Anty Husnawati)
Satgas NU Peduli Covid-19 melakukan edukasi ke pasar tradisional di Jakarta Timur, Rabu (1/7). (Foto: Anty Husnawati)

Jakarta, NU Online
Dalam upaya mempersiapkan memasuki pemberlakuan kenormalan baru (new normal), relawan Satuan Tugas (Satgas) NU Peduli Covid-19 kembali melakukan edukasi kepada masyarakat tentang kesiapan menghadapi new normal. Beberapa pesan atau edukasi kepada masyarakat di antaranya dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

 

Para relawan juga memasang poster edukasi, membagikan masker, dan hand sanitizer kepada pedagang dan pembeli di Pasar Klender SS, Jakarta Timur, pada Rabu, (1/07).

 

Koordinator Satgas NU Peduli Covid-19 Jakarta Timur, Ahda Zikri Robbanie mengatakan bahwa sebelumnya juga sudah dilakukan pada beberapa pasar tradisional di wilayah Jakarta Timur, seperti di pasar Cibubur, Ciracas, Impres Kramat Jati, dan akan menyisir sejumlah pasar lainnya.

 

Kegiatan tersebut merupakan gerakan Car of Covid-19 Care (COC) atau mobil keliling yang telah dilakukan selama pandemi, untuk mengedukasi warga tentang virus Corona di 15 daerah di Indonesia. Mobil tersebut juga menyediakan hand sanitizer, masker, disinfektan, galon cuci tangan portable, media KIE edukasi Covid-19, dan pengeras suara Edukasi Covid-19.

  

Zikri mengungkapkan hal tersebut merupakan upaya menekan penyebaran virus corona di lingkungan pasar tradisional. Tujuannya agar aktivitas di pasar tradisional yang menerapkan protokol kesehatan dengan baik bisa menjadi contoh untuk mencegah menjadi klaster penyebaran virus.

 

Menurutnya, pasar yang menjadi sumber ekonomi dan sumber kebutuhan pokok sebagaian besar masyarakat. Namun, pasar juga cukup rentan dalam penyebaran Covid-19. Karena itu perlu adanya sosialisasi dan perhatian secara ketat dan berkala agar protokol kesehatan dapat dilaksanakan dengan baik.

 

"Memang ada banyak tantangan bagi relawan ketika di lapangan, beberapa pedagang bahkan pengunjung yang tidak mau menerapkan protokol kesehatan, menolak untuk diberi masker atau hand sanitizer. Namun kami tetap optimis agar masyarakat sadar bahwa virus tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan, sehingga kita semua bisa disiplin menerapkan protokol kesehatan agar wilayah kita ini kembali kondusif seperti semula," kata Zikri.

 

Pihaknya kedepannya akan kembali memantau ke pusat perbelanjaan dan pasar-pasar tradisional untuk memonitor penerapan protokol kesehatan COVID-19 secara berkala.

 

Sementara itu, Kasubsi Perawatan Pasar Raya Klender, Bapak Nanang sangat mengapresiasi dengan adanya edukasi dan sosialisasi yang dilakukan oleh Satgas NU Peduli Covid-19 yang bekerjasama dengan Unicef.

 

Menurutnya, pendekatan yang dilakukan oleh relawan Satgas NU Peduli Covid-19 sangat membantu masyarakat pasar untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, dan tidak ada lagi yang melanggar aturan yang sudah ditetapkan oleh pihak pengelola pasar.

 

"Terima kasih Tim Satgas NU Peduli Covid-19 Jakarta Timur yang telah bekerja keras di tengah masa pandemi, meskipun juga memiliki resiko tinggi terpapar virus pada saat turun ke lapangan untuk sosialisasi dan mengedukasi masyarakat seperti di pasar-pasar," ungkap Nanang.

Ia juga berdoa agar para relawan Satgas NU Peduli Covid-19 tetap diberikan kekuatan dan terjaga kesehatannya, apalagi potensi serangan virus corona juga tidak bisa dielakkan menjadi ancaman sendiri bagi para relawan di lapangan.

 

Kegiatan tersebut merupakan nentuk kerja sama dengan United Nations Children's Fund (Unicef) Indonesia

Kontributor: Anty Husnawati
Editor: Kendi Setiawan
 

BNI Mobile