Bentengi Warga dari Paham Sesat, Ansor Sungai Ambawang Kubu Raya Gelar Ngaji Kitab Ar-Risalah

Bentengi Warga dari Paham Sesat, Ansor Sungai Ambawang Kubu Raya Gelar Ngaji Kitab Ar-Risalah
PAC Ansor Sungai Ambawang Kubu Raya silaturahim ke camat setempat (Foto: Dok Ansor Sungai Ambawang)
PAC Ansor Sungai Ambawang Kubu Raya silaturahim ke camat setempat (Foto: Dok Ansor Sungai Ambawang)

Kubu Raya, NU Online
Bentengi warga Sungai Bawang Kabupaten Kubu Raya dari paham sesat, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat akan menggelar pengajian keliling dengan mengaji kitab Ar-Risalah karya Hadratus Syekh KH Hasyim Asy'ari.

 

"Kami tidak ingin warga masyarakat di Kecamatan Sungai Ambawang terpengaruh oleh aliran sesat. Maka caranya Ansor akan menggelar pengajian keliling dengan membaca kitab karya Rais Akbar NU Mbah Hasyim Asy'ari," ujar Ketua PAC GP Ansor Sungai Ambawang Ahmad Taufiq Akbar kepada NU Online, Sabtu (11/7).

 

Dikatakan, selain menggelar pengajian keliling, pihaknya juga melakukan silaturahim ke pimpinan kecamatan untuuk mendapatkan dukungan penuh sehingga program ngaji keliling bisa berjalan lancar.

 

"Alhamdulillah silaturahim kami diterima dengan hangat dan pertemuan berlangsung begitu cair dan santai," katanya.

 

Dijelaskan, ada banyak hal yang disampaikan oleh aktivis organisasi badan otonom NU kepada pemerintah, khususnya Kecamatan Sungai Ambawang. Dia sebutkan di antaranya terkait dengan beberapa agenda program kegiatan Ansor Sungai Ambawang yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

 

"Salah satunya adalah kegiatan road show pengajian kitab 'Risalah Ahlusunnah Wal Jamaah' rencananya akan dimulai pada bulan Agustus mendatang di setiap desa di Kecamatan Sungai Ambawang," ungkapnya.


  
Untuk menyukseskan hajat tersebut lanjutnya, sudah barang tentu Ansor membutuhkan dukungan moril dari pemerintah. Ia menegaskan laporan rencana kegiatan tersebut sebagai wujud iktikad baik membina hubungan yang sinergis antara organisasi kepemudaan dengan pemerintah di Kecamatan Ambawang selaku pemangku kebijakan di tingkat kecamatan.

 

"Inti dari kegiatan itu untuk membina dan membentengi akidah masyarakat dari paham selain ahlus sunnah wal jamaah. Program ini bertujuan untuk menanamkan kembali serta menguatkan pemahaman ajaran Aswaja di tengah masyarakat agar semakin mengakar bagi masyarakat Nahdhiyin pada khususnya," terangnya.

 

Taufiq memaparkan program pembinaan keagamaan masyarakat yang sekaligus dibingkai dengan memupuk kesadaran nasionalisme. Agenda itu, lanjutnya, akan dilaksanakan pada Agustus mendatang, yakni dalam rangka menyambut tahun baru Islam dan memperingati hari kemerdekaan RI.

 

"Kami akan mengadakan kegiatan Musabaqah Kitab Kuning (MKK) yang direncanakan akan melibatkan seluruh pesantren se-Kecamatan Sungai Ambawang dan akan mengadakan even olahraga bagi kader dan masyarakat umum," bebernya.

 

Menanggapi hal tersebut, Camat Sungai Ambawang Satuki mengaku sangat mendukung program tersebut. Menurut dia, rencana kegiatan tersebut tepat diterapkan di tengah masyarakat yang belakangan ini dijejali oleh paham yang ekstrem kiri maupun kanan. 

 

"Ini adalah program yang sangat baik, sebagai sarana memperkuat nilai-nilai Aswaja bagi masyarakat agar tidak mudah terkontaminasi oleh paham ekstrem yang sering muncul di tengah-tengah masyarakat kita," tuturnya.

 

Dalam kesempatan itu, Satuki juga meminta agar para pemuda NU dapat bekerjasama membantu pemerintah dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait kegiatan-kegiatan ataupun aturan-aturan dari pemerintah. 

 

"Adanya sosialisasi kenormalan baru atau New Normal di masa pandemi, Undang-undang pernikahan dan sebagainya. Kami berharap pengurus Ansor juga sama-sama menyampaikan informasi kepada masyarakat tentang program-program pemerintah," harapnya.

 

Wakil Ketua 1 PAC GP Ansor Sungai Ambawang yang membidangi kaderisasi Abdul Hadi menambahkan, pada prinsipnya kami PAC GP Ansor Sungai Ambawang siap menjadi mitra pemerintah kecamatan dalam rangka menyukseskan program pemerintah.

 

Kontributor: Ahmad Rifqi Hidayat
Editor: Abdul Muiz

BNI Mobile