Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Pagar Nusa Pesawaran Latihan Bersama Tanpa Kesampingkan Protokol Kesehatan

Pagar Nusa Pesawaran Latihan Bersama Tanpa Kesampingkan Protokol Kesehatan
Suasana latihan santri Pagar Nusa Pesawaran di halaman Masjid Islamic Center Pesawaran. (Foto: Istimewa)
Suasana latihan santri Pagar Nusa Pesawaran di halaman Masjid Islamic Center Pesawaran. (Foto: Istimewa)

Pesawaran, NU Online
Setelah sekian lama tidak menggelar latihan terpadu, Pimpinan Cabang Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Kabupaten Pesawaran, Lampung melakukan refleksi latihan bersama di era new normal. Latihan ini dilaksanakan di halaman Islamic Center Pesawaran, Ahad (15/7).


Ketua PSNU Pagar Nusa Pesawaran, Bambang SS mengatakan bahwa latihan ini dilakukan untuk membiasakan diri berlatih pencak silat dalam suasana pandemi Covid-19. Oleh karena itu pihaknya menerapkan protokol kesehatan sebelum latihan dimulai.


“Kita melakukan latihan fisik di lapangan Islamic Center dengan tetap menjalankan protokol kesehatan di era new normal. Kita melakukan prinsip physical distancing dan pengecekan suhu badan sebelum berlatih,” kata Bambang kepada NU Online.


Meski harus menjalani sesi latihan dengan keterbatasan sesuai protokol kesehatan, Bambang berharap santri Pagar Nusa tidak kendur, tetap semngat dan tetap optimis dalam menjalani sesi latihan.

 
Bambang mengajak para santri Pagar Nusa untuk senantiasa menjadi contoh masyarakat dalam menjaga diri dan orang lain dari terpapar virus Corona. Tidak perlu cemas dengan virus Corona dalam menjalankan aktivitas sehari-hari dengan menerapkan pola hidup sehat di tengah pandemi.


Latihan rutin ini sendiri merupakan sesi pertama latihan yang diikuti oleh santri putra dan putri dari beberapa kecamatan di Kabupaten Pesawaran. Setiap Pimpinan Anak Cabang (PAC) di kecamatan mengutus sebanyak 10 santri. 


“Latihan kali ini PC Pagar Nusa Kabupaten Pesawaran hanya mengundang 10 santri saja, karena jika diundang semua mungkin ada sekitar dua ribu peserta yg hadir,” terang Bambang. 


Bambang berharap dengan konsistensi dan ketekunan latihan, para santri ini akan memiliki kemampuan dan mental kuat melalui seni bela diri pencak silat. Hal ini selaras dengan prinsip Pagar Nusa “Pantang menantang walau kepada lawan, pantang mundur kalau ditantang". 


Slogan ini merupakan pengejawantahan lafal laa ghaaliba illa billah yang ada dalam logo PSNU Pagar Nusa. Lafal ini juga merupakan bentuk tingkat kepasrahan tertinggi seseorang. Meskipun seseorang sakti, tapi tidak boleh merasa sakti, termasuk kepada pihak lain yang memusuhi. Meskipun terlihat sakti, tapi ketika tidak dilindungi Allah, dia tidak akan berarti apa-apa. 


Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Syamsul Arifin

Posisi Bawah | Youtube NU Online