Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Digugu dan Ditiru, Guru Harus Beri Contoh Nyata Penegakan Protokol Kesehatan

Digugu dan Ditiru, Guru Harus Beri Contoh Nyata Penegakan Protokol Kesehatan
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu H Marwansyah saat Workshop Peningkatan Kompetensi dan Kinerja Pendidik dan Tenaga Kependidikan di MAN 1 Pringsewu. (Foto: NU Online/Faizin)
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu H Marwansyah saat Workshop Peningkatan Kompetensi dan Kinerja Pendidik dan Tenaga Kependidikan di MAN 1 Pringsewu. (Foto: NU Online/Faizin)

Pringsewu, NU Online
Di era pandemi Covid-19 yang belum mereda ini, keteladanan oleh sosok berpengaruh di sebuah komunitas sangat penting dalam penegakan protokol kesehatan. Bukan hanya teori saja, protokol kesehatan harus diimplementasikan dalam berbagai aktivitas.


Termasuk para tenaga pendidik (guru) juga harus menjadi sosok yang mampu memberi contoh baik. Guru sebagai sosok yang digugu dan ditiru harus mampu menjadi model baik dengan menerapkan kedisplinan protokol kesehatan.


Hal ini diingatkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu, Lampung, H Marwansyah kepada para guru madrasah saat Workshop Peningkatan Kompetensi dan Kinerja Pendidik dan Tenaga Kependidikan di MAN 1 Pringsewu, Kamis (16/7).


"Saat ini kasus positif Covid bukannya melandai tapi grafiknya terus meningkat. Jadi jangan euforia di era new normal ini tetap tegakkan kedisiplinan protokol kesehatan," tegasnya mengingatkan para guru.


Ia merasa prihatin terhadap kondisi sebagian masyarakat seolah telah lupa bahwa virus Corona masih berada di mana-mana. Era new normal disikapi dengan era normal dengan beraktivitas tanpa masker, tidak jaga jarak, dan prilaku yang bisa menyebabkan terpapar dan menyebarkan Corona.


"Jika level guru saja, yang mengerti dan menjadi sosok digugu dan ditiru tidak menerapkan protokol kesehatan, apalagi masyarakat umum," tegasnya.


Ia mengingatkan para guru untuk tidak terpengaruh dan ikut larut dalam euforia masyarakat. Para guru harus mampu menanamkan kedisiplinan pada peserta didik untuk mematuhi kebijakan pemerintah dan mempraktikkan pola hidup sehat di tengah pandemi.


"Protokol kesehatan bukan hanya lisptik saja. Bukan hanya sebatas teori saja, yang terpenting adalah implementasi," tegasnya mengingatkan kembali.


Keteladanan ini juga tidak hanya ditunjukkan dalam aktivitas pembelajaran namun juga di berbagai kegiatan dan tempat. Para guru harus disiplin dalam penegakan protokol kesehatan di tempat umum, tempat ibadah, dan tempat-tempat lain.


Marwansyah pun memberi contoh negara yang mampu menerapkan kedisiplinan sehingga bisa meminimalkan positif Covid-19 yakni Vietnam.


Dengan pola kehidupan bangsa Vietnam yang terkenal disiplin, negara ini juga mampu mencetak warganya berprestasi di berbagai ajang kompetisi olah raga dan sebagainya khususnya di kawasan Asia Tenggara.


Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Syamsul Arifin 

BNI Mobile