Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Haul Pertama Mbah Maimoen, Masyarakat Diimbau Kirim Doa dari Rumah

Haul Pertama Mbah Maimoen, Masyarakat Diimbau Kirim Doa dari Rumah
KH Maimoen Zubair (Foto: Istimewa)
KH Maimoen Zubair (Foto: Istimewa)

Rembang, NU Online
Sudah satu tahun ulama kharismatik NU KH Maimoen Zubair wafat di Kota Suci Makkah. Untuk memperingati wafatnya Mbah Maimoen yang jasadnya dimakamkan di Pemakaman Ma’la, Makkah, keluarga besar Pesantren Al Anwar Sarang, Jawa Tengah akan menyelenggarakan Haul Pertama pada Kamis (23/7) malam.


"Untuk mendak (haul) Mbah Moen kali ini diadakan Kamis malam Jumat 23 Juli 2020 bertepatan tanggal 2 Dzulhijjah 1441 H," jelas putra Mbah Maimoen KH Taj Yasin Maimoen kepada NU Online.


Pelaksaan haul ini lanjut Wakil Gubernur Jawa Tegah ini akan diadakan di komplek Pondok Pesantren Al-Anwar dan diperuntukkan bagi keluarga dan santri. "Keluarga dan santri melaksanakan (tahlil) di pondok. Sedangkan untuk muhibbin, alumni dan masyarakat diimbau melaksanakan tahlil di daerah masing-masing. Mengingat masih dalam kondisi pandemi Covid-19," jelasnya.


Informasi ini pun sudah disampaikan kepada khalayak umum melalui akun Instagram Pesantren Al Anwar Sarang @ppalanwarsarang.  "Dimohon untuk segenap alumni, muhibbin dan masyarakat, sehubungan dengan Haul Syaikhina KH Maimoen Zubair untuk kirim doa kepada syaikhina dari rumah masing-masing. Demikian harap maklum dan terimakasih," kutipan siaran di akun resmi pesantren tersebut.


Mbah Maimoen merupakan seorang alim, fakih sekaligus muharrik (penggerak). Selama ini, Mbah Maimoen merupakan rujukan ulama Indonesia dalam bidang fiqih. Hal ini karena Mbah Maimoen menguasai secara mendalam ilmu fiqih dan ushul fiqih. Beliau merupakan kawan karib Kiai Sahal Mahfudh yang sama-sama menjadi santri kelana di pesantren-pesantren Jawa. Mbah Maimoen juga sempat mendalami ilmu di tanah Hijaz.


Lahir di Sarang, Rembang bertepatan dengan momen sumpah pemuda 28 Oktober 1928, putra dari Kiai Zubair yang juga seorang alim dan faqih ini meninggalkan beberapa pondok pesantren. Saat ini para putra Mbah Maimoen yang melanjutkan perjuangan mengasuh pesantren tersebut.


Diantaranya adalah Pondok Pesantren Al-Anwar 2 diasuh oleh KH Ubab Maimoen, Pondok Pesantren Al-Anwar 3 diasuh oleh KH Abdul Ghofur Maimoen, dan yang baru berdiri dua tahun silam adalah Pondok Pesantren Al-Anwar 4 diasuh oleh KH Taj Yasin Maimoen.


Kontributor : Aan Ainun Najib
Editor: Muhammad Faizin

BNI Mobile