Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Catatan Kritis Persatuan Guru NU soal Kinerja Mendikbud Nadiem Makarim

Catatan Kritis Persatuan Guru NU soal Kinerja Mendikbud Nadiem Makarim
Wakil Sekretaris Umum PP Pergunu Ken Zuhri (Foto: istimewa)
Wakil Sekretaris Umum PP Pergunu Ken Zuhri (Foto: istimewa)

Jakarta, NU Online

Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) mengkritisi kinerja Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Nadiem Anwar Makarim.


Wakil Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Pergunu Ken Zuhri menilai, dalam melaksanakan tugas, Nadiem lebih mengedepankan paradigma teknologi dibanding menggunakan sisi humanisme. Jika ini diteruskan maka kesuraman pendidikan di Indonesia akan semakin terbuka lebar.


Zuhri juga menilai sistem kebijakan dan komunikasi yang dibangun seperti sistem robot atau provider yang kaku. Nadiem pun lebih mementingkan kebijakan ke depan tanpa memperhatikan sejarah perjalanan pendidikan di Indonesia.


Mundurnya organisasi besar seperti NU, Muhammadiyah, dan PGRI yang sudah jelas kiprahnya dalam dunia pendidikan sejak sebelum kemerdekaan dari Program Organisasi Penggerak (POP), menjadi catatan buruknya kinerja dan komunikasi Nadiem Makarim.


Selain Kebijakan Organisasi Penggerak yang sarat kepentingan, beberapa program kontroversi lain yang dilakukan Nadiem seperti Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020 Online yang carut-marut dan tidak koheren, konsep Merdeka Belajar yang sesungguhnya tak merdeka, komunikasi buruk dengan organisasi-organisasi profesi guru, dan tidak adanya keseriusan mengawal nasib guru swasta dan honorer.


“Apalagi di masa pandemi seperti ini, keadaan ekonomi yang Iesu, gaji yang tidak pasti namun tidak ada kebijakan afirmatif yang menolong nasib guru-guru kita,” tambah Zuhri.


Pergunu juga menilai tidak ada yang istimewa dari kebijakan-kebijakan yang diambil Nadiem. Sebaliknya, lebih banyak distorsi dan kontroversi dalam dunia pendidikan. Misalnya jelas Zuhri, tak jelasnya arah kebijakan yang menyangkut daerah 3T.


“Padahal Presiden Jokowi dalam berbagai kesempatan telah menyatakan arah pembangunan kita dimulai dari daerah terluar dan terdepan. Namun Mendikbud belum juga menunjukkan kebijakan yang senada dengan Presiden Jokowi,” ungkapnya.


Menurut Zuhri, Nadiem mengajak bangsa Indonesia untuk berlari meninggalkan ketertinggalan pendidikan, namun justru ia sendiri yang melarikan diri dari pokok persoalan pendidikan bangsa Indonesia. 


Paparan ini disampaikan Zuhri saat berbicara pada Diskusi Publik Menyoal Merdeka Belajar dan Organisasi Penggerak Kemdikbud yang digagas oleh Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) via Zoom, Sabtu (25/7).


Hadir sebagai pembicara lainnya pada kegiatan tersebut, Ketua LP Ma’arif NU KH Arifin Junaidi, Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) M Ramli Rahim, dan Wasekjend Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Satriwan Salim.


Pewarta: Muhammad Faizin

Editor: Fathoni Ahmad

BNI Mobile