Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Langkah Beberapa Negara Arab Cegah Covid-19 saat Idul Adha

Langkah Beberapa Negara Arab Cegah Covid-19 saat Idul Adha
Ilustrasi pandemi virus corona. (Foto: NU Online)
Ilustrasi pandemi virus corona. (Foto: NU Online)

Jakarta, NU Online

Idul Adha 1441 H jatuh pada Jumat, 31 Juli 2020 mendatang. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, sejumlah negara di Timur Tengah akan menerapkan sejumlah pembatasan—bahkan pelarangan- selama Idul Adha karena pandemi Covid-19. 


Secara umum, negara-negara di Timur Tengah mendesak warga negara dan penduduknya untuk mematuhi tindakan penanggulangan virus corona dan mengikuti protokol kesehatan. Seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan lainnya. 


Lantas, bagaimana upaya-upaya yang dilakukan negara-negara di Timur Tengah untuk mencegah penyebaran virus corona selama hari raya Idul Adha?


Arab Saudi

Diberitakan Arab News, Selasa (14/7), Otoritas Arab Saudi memberikan izin kepada para jamaah untuk melaksanakan Shalat Idul Adha di masjid-masjid tertentu. Biasanya, ketika Idul Adha, masjid-masjid di Saudi memfungsikan bagian luarnya untuk menampung jamaah yang membludak.


Namun karena pandemi Covid-19, pelaksanaan Shalat Idul Adha di tempat terbuka dilarang. Selain itu, para jamaah harus menerapkan protokol kesehatan ketat yang telah ditetapkan pihak pemerintah Saudi. 


Otoritas juga melarang pertemuan dengan lebih dari 50 orang dan menekankan penggunaan masker ketika di tempat umum. Siapa saja yang melanggar hal ini maka akan didenda seribu riyal Saudi atau sekitar Rp3,8 juta. Restoran, toko, dan perusahaan lainnya yang mengizinkan masuk pelanggan yang tidak bermasker juga akan didenda 10 riyal Saudi (Rp38 juta).


Dilansir laman Alarabiya, Senin (27), otoritas Saudi telah membuka kembali perbatasan darat dengan UEA, Bahrai, dan Kuwait untuk warga negara Saudi yang ingin kembali ke wilayah Kerajaan.


Perjalanan domestik di dalam wilayah Kerajaan juga telah diizinkan kembali pada akhir Juni lalu, setelah tiga bulan dilarang. Sementara, Otoritas Umum Penerbangan Sipil (GACA) belum menetapkan kapan penerbangan internasional dari dank e Arab Saudi akan dibuka.


Uni Emirat Arab

Semenjak berhasil menahan laju infeksi Covid-19, Uni Emirat Arab (UEA) mulai secara bertahap mengurangi pembatasan pada akhir Mei lalu. Namun, ada beberapa pembatasan yang akan tetap berlaku pada saat Idul Adha.


Di UEA, shalat Idul Adha dilaksanakan di rumah masing-masing, tidak di masjid. Sementara adzan akan disiarkan melalui sara audio-visual. Orang-orang di UEA didorong agar memesan hewan kurban secara online dan memberi uang untuk anak-anak sebagai hadiah Idul Adha secara virtual.


Warga yang mampu berkurban didorong untuk membeli seekor domba dan menyumbangkan dagingnya untuk orang yang membutuhkan, kerabat dekat, dan dirinya sendiri.   


Kegiatan komersil, termasuk mall, kolam renang, pantai, dan lainnya, diizinkan buka selama menerapkan protokol kesehatan. UEA telah membuat panduan bagi para pelancong yang akan datang ke Dubai mulai 1 Agustus mendatang.


Pelancong dari 29 negara—termasuk Indonesia- perlu melakukan tes virus corona (PCR) sebelum naik pesawat dan pada saat kedatangan. Sementara, mereka yang berasal dari beberapa negara lainnya hanya perlu tes corona sebelum keberangkatan.


Oman

Pemerintah Oman menerapkan lockdown (penguncian) nasional dari 25 Juli hingga 8 Agustus. Kebijakan ini diambil untuk memerangi kasus Covid-19 yang baru-baru ini mengalami lonjakan. Dengan aturan itu, maka siapapun dilarang untuk keluar rumah antara pukul 7 malam hingga 6 pagi.


Shalat Idul Adha, pergi ke pasar, mengunjungi keluarga, mengadakan perayaan Idul Adha secara berkelompok juga dilarang di Oman. Larangan-larangan itu berlaku hingga masa lockdown berakhir. 


Selama masa penguncian nasional juga, perjalanan antar provinsi di Oman dilarang dan semua toko dan ruang publik ditutup. Siapa saja yang melanggar larangan tersebut akan didenda 260 dollar AS (Rp3,7 juta).


Qatar

Otoritas Qatar mengizinkan pelaksanaan Shalat Idul Adha. Sejumlah masjid dan ruang terbuka di luarnya akan dibuka selama Idul Adha dengan pembatasan ketat. Jamaah harus menerapkan jarak dan membawa sajadah dari rumah masing-masing.


Otoritas juga mendorong agar masyarakat tidak pergi ke rumah jagal selama Idul Adha dan menggunakan layanan layanan rumah sebagai gantinya. 


Pertemuan akan dibatasi hanya 10 orang ketika di dalam ruangan dan 30 orang ketika di luar. Selama pertemuan, masing-masing orang harus mengenakan masker dan menghindari kontak fisik seperti bersalaman. 


Otoritas Qatar juga telah mengizinkan mall dan restoran terpilih untuk buka dengan kapasitas pengunjung 50 persen. Begitu juga dengan pusat kebugaraan dan kolam renang di luar ruangan. Orang-orang juga diizinkan untuk mengunjungi pantai dan taman jika mereka mematuhi protokol kesehatan.


Pewarta: Muchlishon

Editor: Fathoni Ahmad

BNI Mobile