Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Syekh Abdullah Al-Manea Ditunjuk untuk Menyampaikan Khutbah Arafah

Syekh Abdullah Al-Manea Ditunjuk untuk Menyampaikan Khutbah Arafah
Jamaah haji 2020 melaksanakan thawaf qudum. (Foto: SPA)
Jamaah haji 2020 melaksanakan thawaf qudum. (Foto: SPA)

Makkah, NU Online
Presidensi Umum Urusan Masjid al-Haram dan Masjid Nabawi mengumumkan bahwa Raja Salman bin Abdulazis telah menyetujui Syekh Abdullah al-Manea untuk menyampaikan khutbah wukuf Arafah pada haji tahun ini. 


Diberitakan laman kantor berita Arab Saudi, SPA, Selasa (28/7), Syekh Abdullah Bin Suleiman al-Manea adalah anggota Dewan Cendikiawan Senior dan Penasihat Kerajaan Arab Saudi. 


Khutbah Arafah merupakan rangkaian kegiatan selama wukuf di Gunung Arafah. Untuk diketahui, wukuf di Arafah adalah puncak ibadah haji. Haji seseorang tidak sah manakala tidak melakukan wukuf di Arafah.


Ibadah haji tahun ini telah dimulai hari ini, Rabu (29/7). Selama di Mina, jamaah haji berdoa dan merenung. Tidak ada ritual besar ketika berada di Mina. Sementara khutbah Arafah akan berlangsung pada hari berikutnya, Kamis, 30 Juli atau bertepatan dengan tanggal 9 Dzulhijjah.

 
Menurut keterangan Presiden Jenderal Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Syekh Abdulrahman bin Abdulaziz al-Sudais, khutbah pada hari Arafah akan diterjemahkan ke dalam 10 bahasa. Yaitu Inggris, Melayu, Urdu, Persia, Prancis, China, Turki, Rusia, Hausa (Afrika Barat), dan Bangladesh. 


“Pada saat pengarahan media untuk musim haji tahun 2020 ini, al-Sudais telah mengarahkan untuk menambahkan jumlah bahasa yang digunakan dalam menerjemahkan khutbah hari Arafah dari lima menjadi sepuluh,” demikian dilaporkan SPA, Rabu (22/7) lalu.


Ibadah haji tahun ini bisa dibilang ‘spesial’ karena hanya diikuti oleh seribu orang saja dari 160 negara—700 orang merupakan ekspatriat yang tinggal di Kerajaan dan sisanya warga Saudi. Padahal tahun lalu haji diikuti oleh 2,5 juta Muslim dari seluruh penjuru dunia. Pembatasan jumlah jamaah haji ini dilakukan pemerintah Saudi mengingat saat ini sedang pandemi Covid-19. 


Mereka yang diseleksi untuk mengikuti haji tahun ini menjalani berbagai macam langkah pencegahan infeksi Covid-19. Di antaranya dites virus corona sebelum mereka berangkat ke Makkah, dikarantina ketika tiba di Makkah, dan mereka juga akan dikarantina setelah melaksanakan haji.


Pewarta: Muchlishon
Editor: Fathoni Ahmad

BNI Mobile