Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Helmy Faishal: Idul Adha Momen Tingkatkan Solidaritas di Masa Pandemi

Helmy Faishal: Idul Adha Momen Tingkatkan Solidaritas di Masa Pandemi
Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini
Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini

Jakarta, NU Online
Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini mengatakan, Idul Adha adalah momentum untuk merefleksikan nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran ibadah kurban. Menurutnya ajaran kurban sejatinya adalah sebuah ajaran tentang pengorbanan, keikhlasan, kesabaran, dan juga kemanusiaan.


“Ketiga nilai ajaran tersebut secara simbolik-metaforik dilukiskan melalui dialog yang melibatkan tiga manusia pilihan. Ketiganya, yakni Ibrahim, Siti Hajar, dan Ismail harus menjalani fase kehidupan yang sangat berat,” kata Sekjen Helmy, Jumat (31/7) di Jakarta.


Cinta ketiganya, lanjut Sekjen Helmy, diuji oleh Allah SWT. Suka cita dan rasa bahagia setelah dikarunia seorang putra yang telah dinanti sekian lama harus diuji sebab Allah menginginkan sang anak yang bernama Ismail itu disembelih dan dijadikan kurban.


Selain itu, kurban adalah medium untuk mendekatkan diri kepada Allah. Kurban menjadi salah satu media yang paling efektif untuk mengesampingkan egoisme sebagai upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

 

“Egoisme adalah salah satu penyakit hati yang sangat berbahaya jika tidak dieliminasi. Sebab ia akan menggerogoti kesalehan sosial yang merupakan salah satu pilar kesalehan yang harus dijaga oleh seorang Muslim,” paparnya.


Karena itu, penting bagi umat Islam untuk merenungkan bahwa di tengah situasi pandemi seperti saat ini, ada hikmah yang terkandung di dalamnya. Salah satunya, kita bisa menjadikan momentum karantina ini sebagai wahana untuk menyemaikan spirit dan konsep baiti jannati yakni, konsep rumah sebagai sebuah surga yang manifes dalam kehidupan nyata.


“Kita bisa membangun tatanan masyarakat yang baik, juga mewujudkan semangat kohesi sosial yang luas dengan jalan paling sederhana, yakni memulai membangun tatanan kehidupan yang kohesif di mulai dari diri kita pribadi dan juga keluarga kita. Masyarakat yang baik, bangsa yang kokoh bisa terwujud dari tiang-tiang kecil keluarga yang kokoh dan kohesif,” ujar Sekjen Helmy.


Tak dapat dilupakan, Idul Adha harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kepekaan, rasa peduli, dan juga memperbaiki ikatan-ikatan sosial, terutama di masa-masa sulit ketika wabah melanda seperti saat ini. “Semoga bangsa kita diberi kekuatan sehingga kita semua dapat keluar dari wabah ini dengan selamat,” pungkasnya.


Pewarta: Kendi Setiawan
Editor: Muhammad Faizin

BNI Mobile