Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Saat Ekonomi Tidak Stabil, Daging Kurban Sangat Bermanfaat bagi Warga

Saat Ekonomi Tidak Stabil, Daging Kurban Sangat Bermanfaat bagi Warga
Ustadz Fauzi Palestin memberikan daging kurban kepada warga di Bangkalan. (Foto: NU Online/Ibnu Nawawi)
Ustadz Fauzi Palestin memberikan daging kurban kepada warga di Bangkalan. (Foto: NU Online/Ibnu Nawawi)

Bangkalan, NU Online

Setiap ibadah yang disyariatkan kepada pemeluknya memiliki manfaat tidak semata secara pribadi. Yang juga penting adalah ada dimensi sosial, sehingga perintah yang ada akan berdampak.

 

Salah satu yang demikian terasa manfaatnya adalah ibadah kurban. Betapa tidak, warga yang tertekan karena ekonomi yang kurang mendukung akibat Corona, akhirnya bisa menikmati daging.

 

Manfaat itulah yang dirasakan warga di Kecamatan Kwanyar dan Modung, Bangkalan, Jawa Timur. Karena pada Ahad (2/8) menerima bantuan hewan kurban dari lembaga zakat terkemuka di Jawa Timur, Nurul Hayat. 

 

“Sebagai penyalur kurban bersama Nurul Hayat, kegiatan ini sangat penting untuk mengedukasi masyarakat bagaimana cara penyembelihan dan pendistribusian kurban sesuai aturan syariat,” kata Ustadz Fauzi Palestin. 

 

Tim narasumber Pengurus Wilayah (PW) Aswaja NU Centre Jawa Timur ini sangat mengapresiasi ikhtiar yang dilakukan Nurul Hayat. Apalagi pembagian hewan kurban menyentuh warga di tingkat desa yang terkena dampak virus Corona.

 

Dosen di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya tersebut menjelaskan bahwa hingga kini wabah Covid-19 belum juga reda. Warga yang berinisiatif untuk kembali bekerja, masih ragu untuk beraktivitas kembali. 

 

“Dalam kondisi seperti ini, tentu saja sangat berpengaruh terhadap pemasukan warga di tingkat bawah,” terang ustadz yang juga penyuluh agama tersebut. Karenanya, pembagian daging kurban merupakan harapan bagi masyarakat, khususnya Nahdliyin, lanjutnya.

 

Ustadz Fauzi berharap, kebersamaan dengan para aghniya atau orang kaya dan lembaga yang bisa memberikan bantuan kepada warga dapat terus dilakukan. Hal tersebut sebagai bagian dari pengejawantahan dari semangat kurban yakni menyentuh dimensi sosial.

 

“Dalam Islam, semangat memperbaiki hubungan antarmanusia atau hablum minannas inilah yang dapat dipetik dari pembagian daging kurban,” tegasnya.

 

Di ujung keterangan, Ustadz Fauzi tidak lupa mendoakan agar amal para donatur dan orang yang mengeluarkan kurban diterima.

 

“Harapan kami, apa yang telah diberikan semoga akan dibalas dengan kelancaran usaha dan keluarga memperoleh perlindungan dari Allah SWT,” pungkasnya.

 

Warga di dua kecamatan tersebut menerima sapi dan tujuh ekor kambing. Preosesi penyembelihan hingga pemberian kepada warga berlangsung lancar dengan tetap menjaga protokol kesehatan. 

 

Pewarta: Ibnu Nawawi
Editor: Aryudi AR

BNI Mobile