Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Diklatsar Banser Saat Pandemi di Trenggalek Jadi Contoh Nasional

Diklatsar Banser Saat Pandemi di Trenggalek Jadi Contoh Nasional
Suasana pembukaan Diklatsar Banser Trenggalek. (Foto: NU Online/Imam Kusnin A)
Suasana pembukaan Diklatsar Banser Trenggalek. (Foto: NU Online/Imam Kusnin A)

Trenggalek, NU Online 
Di tengah pandemi Corona, Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Satkorcab Banser Trenggalek, Jawa Timur menggelar Diklatsar Banser.  

 

Ini merupakan kegiatan angkatan ke-17  dan berlangsung di MI Hidayatul Mubtadiin, Desa Sukorejo, serta dibuka secara resmi oleh Ketua PC GP Ansor Treggalek, Moh Zaki. Acara berlangsung  dari Jumat hingga Ahad (7-9/8).

 

Bupati Trenggalek, H Mochammad Nur Arifin yang hadir di acara pembukaan turut menyampaikan pidato kebangsaan guna memompa spirit perjuangan peserta Diklatsar yang segera menjadi anggota baru Banser.

 

Yang menarik dari acara pembukaan tersebut, Bupati Arifin juga menyatakan kesanggupannya untuk membantu program seragamisasi Banser sejumlah 1.400 unit.

 

“Saya kasih 1.400 seragam Banser. Tiap PAC 100 setel. Bagaimana, deal?” tanya Mas Ipin panggilan akrabnya yang disambut gemuruh tepuk tangan dari seluruh yang hadir.

 

Komitmen tersebut, kata  Mas Ipin, merupakan wujud kecintaan dan kebanggaannya terhadap Banser. Menurut bupati termuda ini, pemberian tersebut masih kecil nilainya jika dibandingkan dengan kontribusi GP Ansor dan Banser terhadap bangsa dan negeri.

 

“Gus Zaki, janji saya ini nanti bisa ditagih sewaktu-waktu,” imbuh Mas Ipin juga menjabat Wakil Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jatim  yang kembali disambut tepuk tangan hadirin.

 

Ipin melanjutkan dengan bercerita ketika ditanya wartawan, mengapa sering terlihat mengenakan jaket Banser?

 

“Jadi saya kemarin ditanya mas, kenapa kok sering pakai seragam Banser padahal bukan acara GP Ansor atau Banser? Tentu saya jawab, alasan pertama yaitu gagah. Kedua, kalau kita pakai seragam pejabat, kadang-kadang jadi kemlinthi. Tapi kalau pakai seragam Banser, itu mengingatkan saya pada jati diri,” ungkap mantan Sekretaris PW GP Ansor Jatim yang kembali disambut tepuk tangan peserta dan hadirin.

 

Itulah mengapa, lanjut  Ipin, sebagai anak bangsa dan pewaris sejarah, semua harus paham dengan jati diri dan komitmen bangsa. Apalagi mengingat andil yang sangat besar dari organisasi Nahdlatul Ulama terhadap NKRI sejak sebelum bangsa ini merdeka.

 

Diklatsar yang bertema ‘Sehat dan Solid dalam Satu Komando’ adalah Diklatsar pertama yang digelar di new normal pandemi Covid-19, dan dijadikan sebagai percontohan nasional. 

 

Hadir pada acara pembukaan antara lain Ketua PC GP Ansor beserta Kasatkorcab Banser Trenggalek, serta MWCNU Gandusari beserta Banom.  Juga tampak Camat Gandusari beserta Forkopimka.  

 

Kontributor: Imam Kusnin Ahmad
Editor: Ibnu Nawawi
 

BNI Mobile