Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Kepakkan Sayap Organisasi, NU Jepang Resmi Dirikan PCI Fatayat

Kepakkan Sayap Organisasi, NU Jepang Resmi Dirikan PCI Fatayat
Ketua PCI Fatayat NU Jepang terpilih, Dede Iis (kiri), bersama para pengurus berpose di depan bendera PCINU Jepang dan PCIFNU Jepang. (Foto: istimewa)
Ketua PCI Fatayat NU Jepang terpilih, Dede Iis (kiri), bersama para pengurus berpose di depan bendera PCINU Jepang dan PCIFNU Jepang. (Foto: istimewa)

Jakarta, NU Online
Sejak diakui oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada 2007, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Jepang terus mengepakkan sayap organisasi. Tahun ini, PCINU Jepang mendirikan PCI Fatayat NU Jepang pada Ahad (9/8).


Ketua MWCINU Ibaraki, Aditya Bastyas Mulya, yang menghadiri acara tersebut menyebutkan bahwa terpilih beberapa pengurus. “Secara struktural, kemarin telah dibentuk. Mulai ketua, wakil, sekretaris, hingga bendahara,” terangnya.


Adit menyebutkan, ada beberapa perwakilan pengurus dan warga NU di negara itu yang turut serta menghadiri acara yang digelar di kawasan Togasaki Nishio Aichi. Antara lain dari Perfektur Aichi, Kyoto, Shizuoka, dan Ibaraki. 
 

“Tapi ada juga yang menyaksikan melalui daring. Seperti Ketua Muslimat NU Jepang yang saat ini sedang berada di Indonesia. Namun, masih menyempatkan untuk hadir meski daring,” ungkapnya kepada NU Online, Senin (10/8) malam.


Peresmian tersebut, lanjut Adit, disahkan langsung oleh Ketua Tanfidziyah PCINU Jepang, Miftakhul Huda, yang juga hadir melalui daring dikarenakan ada halangan.


“Beliau Bapak Dr Eng Miftakhul Huda meresmikan langsung, meskipun tidak dapat hadir di tempat acara. Namun sempat menyampaikan beberapa sambutan,” tuturnya.


Hijaukan Negeri Sakura
Dihubungi terpisah, Ketua terpilih PCI Fatayat NU Jepang, Dede Iis, menyatakan keinginannya untuk menghijaukan Negeri Sakura dengan memajukan Fatayat NU di sana. 


“Saya ingin menjalankan program rutin seperti tadarus Al-Qur’an dengan cara daring,” ujar perempuan 21 tahun itu.


Ia berharap, Muslimat di Jepang pada umumnya dan kader Fatayat NU khususnya, dapat istiqamah mengaji Al-Qur’an, meskipun di tengah hingar-bingar kesibukan hidup di Negeri Matahari Terbit itu.


Selain itu, ia juga ingin terus mengembangkan keilmuan, melalui sejumlah kajian rutin bulanan seputar tema tertentu. Agar dapat memberikan manfaat dan meningkatkan pengetahuan ataupun menambahkan ketakwaan muslimah di Jepang.


Ia bersyukur dapat terpilih sebagai ketua PCI Fatayat NU Jepang. Dengan misi menghijaukan Negeri Sakura itu, ia berusaha menjalankan amanat dengan baik.


“Kader Fatayat NU harus bisa meneruskan warisan tradisi dan ajaran NU yang telah dirintis para pendahulu dalam kehidupan beragama, bermasyarakat, dan bernegara,” jelasnya.


Ia juga berharap dapat menyebarkan shalawat ke berbagai penjuru di negeri minoritas Muslim itu. 


“Apalagi di Jepang banyak anak muda yang memiliki kemampuan bersholawatan dengan melantunkan syair islami dipadupadankan dengan hadrah, sebagai media dakwah,” tuturnya.


“Selama saya mengemban amanah ini juga akan berbenah untuk menjadikan organisasi yang profesional dan potensial,” pungkasnya.


Kontributor: Afina Izzati
Editor: Musthofa Asrori

BNI Mobile