Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Program 'Nusantara Berqurban' di Jatim Tembus 788 Miliar Rupiah

Program 'Nusantara Berqurban' di Jatim Tembus 788 Miliar Rupiah
Program ‘Nusantara Berqurban’ NU Care-LAZISNU Jatim mencapai Rp.788 miliar.  (Foto: NU Online/Rof Maulana)
Program ‘Nusantara Berqurban’ NU Care-LAZISNU Jatim mencapai Rp.788 miliar.  (Foto: NU Online/Rof Maulana)

Surabaya, NU Online 

Pengurus Wilayah (PW) NU Care-Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jawa Timur merilis perolehan hewan kurban. Hal tersebut terhimpun dalam program ‘Nusantara Berqurban’ yang saat diakumulasi mencapai Rp.788 miliar. 

 

Angka ini diperoleh dari jumlah hewan kurban yang diterima NU Care-LAZISNU se-Jawa Timur yang diakumulasi dari 130.718 ekor kambing dan 20.567 ekor sapi. Semua tersebar berdasarkan laporan dari kepengurusan di kabupaten dan kota.

 

“Hasil ini masih belum final karena dari 45 Pengurus Cabang NU Care-LAZISNU yang ada di kabupaten kota, hanya 25 yang mengirimkan laporan pengelolaan hewan dan pendistribusian daging kurban,” kata A Afif Amrullah, Kamis (13/8). 

 

Ketua PW NU Care-LAZISNU Jatim ini memperkirakan kalau semua cabang melaporan perolehan hewan kurban, maka jika diuangkan bisa mencapai 1,5 triliun rupiah. Karena itu, laporan dari sejumlah daerah masih ditunggu demi memastikan kepercayaan dari warga kepada LAZISNU.

 

Dosen Universitas Sunan Giri (Unsuri) Surabaya ini melanjutkan perolehan tersebut berkat kekompakan Unit Pengumpul Zakat, Infaq dan Shadaqah  (UPZIS) NU Care-LAZISNU kabupaten dan kota yang patut diapresiasi. Demikian pula laporan dibuat sebagai ikhtiar bersama dalam melayani umat. Lewat kurban dapat mempertemukan mereka yang berhak mengeluarkan perintah dengan kalangan yang berhak menerima dan difasilitasi lembaga filantropi seperti LAZISNU. 

 

“Dengan hasil ini, tentu di luar prediksi kami, sebab di masa pandemi Covid-19 yang mana perekonomian negara tidak stabil dan tentu berdampak pada perekonomian masyarakat,” kata pria yang juga Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur ini. 

 

Lebih rinci, Afif menjabarkan bahwa UPZIS NU Care-LAZISNU Kabupaten Jombang berhasil memperoleh 1.924 sapi dan 18.223 kambing. Kabupaten Kediri berhasil menghimpun 1.616 sapi dan 13.080 kambing, Sidoarjo memperoleh 4.700 sapi dan 12.953 kambing. Berikutnya Nganjuk 1.098 sapi dan 9.639 kambing, serta Ponorogo 1.397 sapi dan 11.944 kambing. 

 

“Perolehan hewan kurban Kabupaten Kediri tahun ini menurun dari tahun sebelumnya. Mungkin karena efek dari pandemi Covid-19,” kata H Muhammad Badrul Munir, Ketua NU Care LAZISNU Kabupaten Kediri. 

 

Berbeda dengan Kabupaten Kediri, LAZISNU Jawa Timur perolehan hewan kurbannya  justru meningkat. Hal tersebut ditopang donasi dari masyarakat yang tinggal di Jerman. 

 

Dari kepercayaan tersebut, LAZISNU membuat skala prioritas dengan memilih kawasan yang memang layak untuk menerima hewan kurban. Dari mulai kawasan terpencil, warga terdampak Corona, Muslim minoritas, serta daerah yang menjadi rintisan bagi perkembangan Islam.

 

“Alhamdulillah semua hewan kurban didistribusikan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19, daerah terpencil, mendukung dakwah Islam ramah di Wonosalam, juga menjangkau masyarakat di kaki Gunung Bromo,” pungkasnya. 

 

Kontributor: Rof Maulana
Editor: Ibnu Nawawi
 

BNI Mobile