Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Geliat Nahdliyin di Sumenep Himpun Dana untuk Biaya Konferensi

Geliat Nahdliyin di Sumenep Himpun Dana untuk Biaya Konferensi
Sosialisasi Koin Konfercab NU Sumenep dilakukan hingga ke desa dan kecamatan. (Foto: NU& Online/Firdausi)
Sosialisasi Koin Konfercab NU Sumenep dilakukan hingga ke desa dan kecamatan. (Foto: NU& Online/Firdausi)

Sumenep, NU Online 

Konferensi Cabang (Konfercab) Nahdlatul Ulama merupakan permusyawahan tertinggi di tingkat Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU). Pada momentum tersebut akan ditentukan program kerja, hingga pemilihan rais dan ketua. 

 

Di Sumenep Jawa Timur, akan segera digelar Konfercab. Dan sesuai amanah sejumlah pengurus, bahwa panitia tidak akan menerima bantuan dana dari pemerintah daerah, partai politik, termasuk calon bupati dan wakil bupati Sumenep. Yang akan dilakukan adalah menggali kekuatan dana dari warga, sesuai motto Konfercab yakni ‘dari warga, oleh warga, untuk warga'.

 

Penegasan ini sebagaimana disampaikan Kiai Zainul Hasan bahwa NU sebagai organisasi, tidak hanya mengarahkan jamaahnya untuk meraih kebahagiaan akhirat dan mengesampingkan kesejahteraan dunia. 

 

“Namun NU selalu menyeimbangkan proporsi keduanya,” katanya, Jumat (14/8). 

 

Ketua Pelaksana Konfercab Sumenep tersebut menjelaskan bahwa hajatan sengaja mengemas kegiatan dengan menggunakan kekuatan warga karena kemandirian ekonomi harus dimulai dari bawah. Dana dihimpun dari Majelis Wakil Cabang nahdlatul Ulama (MWCNU) hingga Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU).

 

“Dengan demikian akan ditekankan kepada PRNU bahwa hajatan ini tidak bersentuhan dengan dana pemilihan kepala daerah atau Pilkada sepeser pun,” tegasnya.

 

Dalam pandangan Wakil Ketua PCNU Sumenep tersebut, kemandirian ekonomi mestinya diperkuat sejak dini. Mengingat kemandirian sebagai unsur utama kebangkitan NU yang harus menjadi kesadaran kolektif bagi Nahdliyin baik struktural maupun kultural. 

 

Bagaimana menghimpun dana untuk keperluan menyukseskan Konfercab tersebut? Yang dilakukan adalah dengan menggelorakan jihad kemandirian ekonomi.

 

“Yang kami lakukan adalah melalui gerakan Kotak Infaq atau Koin Konfercab di setiap MWCNU yang diharapkan mampu meringankan beban panitia,” jelasnya. 

 

Kiai muda dari Pulau Sapudi ini berharap gerakan tersebut mampu mendanai Konfercab, bahkan bisa menyumbang hajatan Muktamar NU yang tertunda lantaran Covid-19.

 

"Semoga dengan dana ini para peserta mampu merumuskan agenda besar menyangkut kemandirian ekonomi jamiyah dan jamaah," terangnya. 

 

Gerakan Koin Konfercab
Keputusan menghimpun dana dari umat disikapi serius pengurus NU-Care Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadakah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) MWCNU Pragaan. Di mana secara bertahap mulai mensosialisasikan kepada Nahdliyin di setiap PRNU termasuk badan otonom yang ada. 

 

Kiai Hambali Makhtum menjelaskan bahwa hasil Konfercab akan menghasilkan program unggulan yang akan membantu perekonomian masyarakat. Dan Sekretaris MWCNU Pragaan tersebut menegaskan bahwa bukti keberpihakan sejak dulu hingga sekarang dilakukan PCNU antara lain dengan mengawal kinerja Pemerintah Kabupaten Sumenep.

 

"Kalau Pemkab keliru, maka NU akan memberi kritik yang bersifat edukatif. Seperti halnya dilakukan Ketua Umum PBNU, terutama untuk menghindari oligarki kekuasaan," ungkapnya. 

 

Selanjutnya, posisi NU jelas berada di tengah, dalam artian tidak memihak kepada siapa pun, apalagi menjelang pelaksanaan Pilkada, Desember mendatang. 

 

"Itulah hebatnya NU dari masa ke masa yang pandai menempatkan diri sebagai organisasi moderat sehingga mampu menjaga keseimbangan dalam beragama dan bernegara," ujarnya. 

 

Sedangkan Kiai Muhris Baharun menjelaskan bahwa sosialisasi terkait kemandirian Konfercab ini akan disampaikan di setiap acara kompolan PRNU. Termasuk saat safari ranting di PRNU Pekamban Daya dan Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU Pragaan Daya.

 

Ketua NU-Care LAZISNU Pragaan tersebut mengutarakan bahwa Konfercab membutuhkan dana kisaran Rp.339.506.000,-. Dan seluruhnya akan diikhtiari dengan menghimpun dana dari umat secara suka rela.

 

"Oleh sebab itu kami meminta kesudian PRNU se-Kecamatan Pragaan agar bisa mengumpulkan dana serta meminta kesiapan kepada seluruh kepala madrasah untuk kami kunjungi seperti halnya Kirab Koin Muktamar," pintanya.

 

Total dari gerakan Koin Konfercab di PRNU Pekamban Daya berhasil menghimpun dana Rp.189.000 dan PR Fatayat NU Pragaan Daya Rp. 343.000, sehingga seluruhnya ada Rp.532.000,-
 

 

Kontributor: Firdausi

Editor: Ibnu Nawawi

BNI Mobile