Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Rais Aam PBNU Nilai Peluncuran Kiai Abdul Wahab Chasbullah Foundation Sebuah Anugerah

Rais Aam PBNU Nilai Peluncuran Kiai Abdul Wahab Chasbullah Foundation Sebuah Anugerah
Tangkap layar Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar saat peluncuran Kiai Abdul Wahab Chasbullah Foundation, Ahad (30/8).
Tangkap layar Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar saat peluncuran Kiai Abdul Wahab Chasbullah Foundation, Ahad (30/8).

Jombang, NU Online
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar mengapresiasi diresmikan dan diluncurkannya Kiai Abdul Wahab Chasbullah Foundation, Ahad (30/8) malam. 

 

"Sungguh tepat pada hari ini launching Kiai Abdul Wahab Chasbullah Foundation di tengah-tengah bulan Muharram yang merupakan lambang perjuangan penuh strategi," ungkap Kiai Miftah, saat memberikan arahan sekaligus menutup acara dengan doa. 

 

Dalam peluncuran secara virtual, yang disiarkan langsung dari Tambakberas, Jombang, Kiai Miftah mengatakan tepat peluncuran tersebut, karena diluncurkan pada bulan Muharram sebagai awal tahun hijriah, juga dikenal dengan perlambangan hijrah Nabi Muhammad. Kiai Miftah menegaskan, Nabi ketika itu bukan lari atas ancaman kafir Quraisy, tetapi justru mengatur strategi untuk kembali ke Mekkah, dan melanjutkan misi dakwahnya.

 

"Sehingga, pada akhirnya dengan peristiwa hijrah Rasulullah itu, Islam bisa kita nikmati. Lalu lahirlah kader terbaik Islam dari Nahdlatul Ulama, yakni KH Abdul Wahab Chasbullah," kata Kiai Miftah.

 

Menurutnya, dzurriyat (keturunan) dari muassis (pendiri) NU yang masih lengkap adalah keturunan dari KH Abdul Wahab Chasbullah. Beberapa diantaranya adalah KH Hasib Wahab, KH Roqib Wahab, Ny Hj Mahfudhoh Ali Ubaid, Ny Hj Mundjidah Wahab, Ny Hj Hizbiyah Rachim, dan Ny Hj Mu’tamaroh Wahab.

 

"Dzurriyat (keturunan) ini kita kenal dengan sebutan Wahabi. Tapi ini keturunan Mbah Wahab Chasbullah, bukan Wahabi yang lain," kata Kiai Miftah berseloroh, disambut gelak tawa hadirin.

 

Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Surabaya ini mengharapkan berbagai pemikiran dan konsep yang dilahirkan dari Kiai Abdul Wahab Chasbullah Foundation ini, kelak dapat menjadi masukan untuk 100 tahun NU dalam memasuki abad kedua. 

 

"Jadi, Kiai Abdul Wahab Chasbullah Foundation ini tidak hanya berkutat pada persoalan budaya, ekonomi, pendidikan, dan kebangsaan saja, tetapi juga ikut memikirkan masa depan NU, termasuk pemikiran-pemikiran yang saya maksudkan tadi," harap Kiai Miftah.

 

Ia melanjutkan, Kiai Wahab dikenal dengan pemikiran dan kecerdikannya, serta selalu terus bergerak. Hal tersebut, kata Kiai Miftah, dibuktikan dengan gerakan yang dilakukan oleh para keturunannya yang melahirkan sebuah lembaga, yakni Kiai Abdul Wahab Chasbullah Foundation.

 

"Ini adalah sebuah anugerah, karena lembaga tersebut dilahirkan di saat bangsa, negara, dan umat kita sedang menghadapi banyak persoalan. Seperti persoalan akidah, kelompok-kelompok transnasional, dan khususnya NU yang akan memasuki abad kedua," jelasnya.

 

Keberhasilan NU yang akan berusia 100 tahun atau memasuki abad kedua, menurut Kiai Miftah, tidak bisa lepas dari peran almaghfurlah Mbah Wahab Chasbullah. Lembaga tersebut diharapkan dapat menjadi sebuah kekuatan bersama yang menjadi kebutuhan umat saat ini.

 

"Memang pada saat-saat ini, sulit kita menemukan sosok orang per orang untuk melakukan sebuah terobosan-terobosan besar yang sifatnya jama’i (kelompok). Tetapi ini keturunannya Mbah Wahab saya lihat begitu kompak dan memiliki satu titik idealisme dan tujuan yang sama," kata Kiai Miftah mengapresiasi.

 

Oleh karena itu, ia berharap agar kelak di dalam Kiai Abdul Wahab Chasbullah Foundation terdapat banyak bahasan-bahasan yang sangat penting, terkait keumatan dan kebangsaan. Hal tersebut untuk memberikan pembekalan bagi generasi dan kader NU di masa mendatang.

 

"Kita tentu harapkan para calon pemimpin kita nanti lahir dari sini (Kiai Abdul Wahab Chasbullah Foundation)," pungkasnya.

 

Untuk diketahui, selain Kiai Miftachul Akhyar, acara ini dihadiri oleh banyak tokoh. Beberapa di antaranya adalah Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang hadir secara virtual, Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar, Bupati Jombang Ny Hj Mundjidah Wahab, serta Mubaligh NU dari Yogyakarta KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq.

 

Acara peluncuran Kiai Abdul Wahab Chasbullah Foundation ini ditandai dengan penulisan kalimat motivasi sekaligus tanda tangan di atas kanvas oleh KH Miftachul Akhyar, Gus Muwafiq, Ny Hj Mundjidah Wahab, dan KH Marzuki Mustamar.

 

Sselain itu, dilakukan pula penyerahan secara simbolis beasiswa untuk 100 mahasiswa dan 100 pelaku usaha UMKM, yang diwakili masing-masing tiga orang dari mahasiswa dan pelaku usaha UMKM. 

 

Pewarta: Aru Lego Triono
Editor: Kendi Setiawan

BNI Mobile