Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Manfaatkan Limbah Jeruk Peras, IPNU-IPPNU di Tegal Ciptakan Sabun Cuci Piring 'NUClear'

Manfaatkan Limbah Jeruk Peras, IPNU-IPPNU di Tegal Ciptakan Sabun Cuci Piring 'NUClear'
Sabun cuci piring buatan IPNU-IPPNU di Tegal, Jateng (Foto: NU Online/Amiril)
Sabun cuci piring buatan IPNU-IPPNU di Tegal, Jateng (Foto: NU Online/Amiril)

Tegal, NU Online

Ekonomi yang kuat menjadikan organisasi kuat. Hal tersebut menjadi motivasi bagi Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Ranting Pasangan, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah untuk terus kembangkan wirausaha mandiri. Salah satunya yakni dengan menciptakan sabun cuci piring ramah lingkungan.

 

"Sebagai bentuk ikhtiar kami, Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Desa Pasangan menciptakan sabun cuci piring 'NUclear' tidak lain untuk memperkuat ekonomi mandiri organisasi," kata Ketua IPPNU Ranting Pasangan Almaidah kepada NU Online, Senin (31/8).

 

Menurut Alma, selain menjadi lahan wirausaha bagi organisasi, adanya sabun cuci piring ramah lingkungan ini juga sebagai upaya mengkampanyekan cinta lingkungan melalui pengelolaan limbah kulit jeruk yang diperoleh langsung dari penjual es jeruk peras. 

 

"Proses pembuatannya pun masih menggunakan alat-alat dapur sederhana yang mudah dijangkau di rumah. IPNU-IPPNU Ranting Pasangan memberdayakan anggota dalam proses produksi, distribusi, dan penjualannya. Dalam kemasan satu botol ukuran 200ml dihargai Rp5.000," terangnya.

 

Alma berharap, ke depan produk ini akan terus dikembangkan dan dikaji lebih lanjut baik dari bentuk, kemasan, kualitas, maupun kuantitasnya. "Akan kami kembangkan produk ini baik kemasan maupun jumlah produksi. Semoga sukses," harapnya. 

 

Anggota IPNU Ranting Pasangan sekaligus penggerak ide sabun NUclear Bukhori menambahkan, terkait permodalan awal dari wirausaha ini hanya mengandalkan uang kas organisasi yang dikumpulkan setiap acara pertemuan rutin 2 minggu sekali.

 

"Anggota iuran setiap berangkat rutinan dan uang yang terkumpul dijadikan modal awal untuk berwirausaha sabun cuci piring NUclear," katanya.

 

Dijelaskan, wirausaha ini sangat bagus untuk dikembangkan karena produknya sangat dibutuhkan masyarakat terutama para ibu-ibu. "Sabun NUclear ini juga kebutuhan yang bersifat repead order (cepat habis,red), kembali untuk dibeli artinya pasar penjualannya sangat luas," ungkapnya.

 

Menurutnya, manfaat dari produk ini di antaranya menghilangkan kotoran yang membandel, membersihkan bakteri yang menempel, dan menjadikan peralatan lebih berkilau, karena dibuat dari bahan alami sehingga produk ini lebih ramah lingkungan.

 

"Dukungan dan dorongan dari semua pihak sangat diharapkan agar inovasi ini terus dikembangkan. Dan semoga inovasi ini bisa menjadi motivasi kepada anggota IPNU-IPPNU di manapun berada," pungkasnya. 

 

Kontrbutor: Amiril, Nurkhasan
Editor: Abdul Muiz

BNI Mobile