Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Pesantren Syekh Abdul Qadir Jailani Situbondo Awali Muharram dengan Santunan Yatim

Pesantren Syekh Abdul Qadir Jailani Situbondo Awali Muharram dengan Santunan Yatim
Santunan anak yatim dalam rangka menyambut Muharram di Pesantren Syekh Abdul Qadir Jailani Situbondo. (Foto: Istimewa)
Santunan anak yatim dalam rangka menyambut Muharram di Pesantren Syekh Abdul Qadir Jailani Situbondo. (Foto: Istimewa)

Situbondo, NU Online

Mengawali tahun 1442 H, Pondok Pesantren Syekh Abdul Qodir Jailani Blimbing Besuki Situbondo, Jawa Timur melaksanakan kegiatan tahunan pesantren yakni memberikan santunan kepada anak yatim piatu dan dhuafa.

 

Pada tahun ini pesantren yang dipimpin oleh Kiai Mohammad Hasan Nailul Ilmi ini menyantuni 150 anak yatim. Acara yang dikemas dengan nama Santunan Muharram 1442 H dilaksanakan Senin (31/8) bertepatan dengan 12 Muharram 1442 H. Lokasi acara di Aula Gedung Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Syekh Abdul Qodir Jailani Blimbing Besuki Situbondo.


Hadir dalam acara tersebut seluruh jajaran pengurus pesantren, kepala lembaga pendidikan di bawah naungan Pondok Pesantren Syekh Abdul Qadir Jailani dan 150 anak yatim yang didampingi para wali mereka. 


Dalam sambutannya Kiai Mohammad Hasan Nailul Ilmi menyampaikan bahwa kegitan tersebut terlaksana berkat kemurahan hati serta keikhlasan para donator pesantren.


"Alhamdulillah, walaupun dalam situasi pandemi Covid19 seperti saat ini, kami masih bisa istiqomah menyantuni anak-anak yatim di bulan Muharram. Tahun ini jumlah anak yatim yang akan menerima santunan adalah 150 anak. Masing-masing anak akan mendapatkan satu paket bingkisan, berupa makanan dan alat-alat sekolah; dan uang santunan sebesar Rp100.000. Semoga hal ini bermanfaat bagi mereka dan semoga tahun depan bisa ditingkatkan lagi," katanya.


Acara Santunan Muharram 1442 H berlangsung dengan hikmat, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan Shalawat Nabi sebagaimana acara khas pesantren, diselingi dengan pembacaan puisi oleh anak-anak yatim dan ditutup dengan doa.

 

Editor: Kendi Setiawan


 

BNI Mobile