Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Terobosan Rektor Unila untuk Pesantren dan Kedamaian Dunia

Terobosan Rektor Unila untuk Pesantren dan Kedamaian Dunia
Prof Aom Karomani, Rektor Universitas Lampung/Wakil Ketua PWNU Lampung (Foto: Istimewa)
Prof Aom Karomani, Rektor Universitas Lampung/Wakil Ketua PWNU Lampung (Foto: Istimewa)
Bandarlampung, NU Online
Rektor Universitas Lampung Prof Aom Karomani mengatakan bahwa pihaknya memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh pelajar untuk dapat mengenyam pendidikan di perguruan nomor satu di Provinsi Lampung ini. 
 
Bukan hanya dari SLTA negeri atau sederajat saja yang bisa masuk Unila, namun pelajar SLTA swasta, Madrasah Aliyah, pesantren juga bisa kuliah dengan berbagai jurusan yang diminati.
 
Khusus untuk pesantren, pihaknya memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada para santri untuk kuliah di berbagai program studi dan jurusan dalam berbagai disiplin ilmu termasuk Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. 
 
Hal ini bisa ditempuh dengan berbagai jalur seperti undangan, Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), jalur prestasi, jalur tes mandiri dan jalur Penerimaan Mahasiswa Perluasan Akses Pendidikan (PMPAP) khusus bagi yang tak mampu (gratis UKT atau SPP-nya).
 
Bagi santri yang hafal Al-Qur’an juga bisa mendaftar dan kemampuan hafalan tersebut nantinya menjadi pertimbangan kelulusan. Hafal di sini dalam artian bukan hanya hafal kalimatnya saja, namun memiliki nilai lebih di antaranya pemahaman tafsir dan penguasaan alat seperti nahwu dan sharaf.
 
Para hafiz dan hafizah yang berminat kuliah di Unila ini menurutnya bisa masuk melalui jalur prestasi khusus hafiz Qur’an. Ia ingin para santri pesantren ke depannya memiliki kesempatan besar di tengah-tengah masyarakat dengan berbagai disiplin keilmuan yang mereka miliki.
 
"Alhamdulillah, kemarin ada tiga anak pesantren masuk pendidikan dokter dan banyak anak-anak dari pesantren yang juga masuk di prodi-prodi lain di Unila,” kata Prof Aom, Senin (31/8).
 
Ia juga berharap dengan adanya kesempatan para santri menimba ilmu umum, eksistensi dan peran pesantren di tengah masyarakat akan terus meningkat. Bukan hanya ilmu agama saja yang para santri kuasai, namun ilmu-ilmu umum pun dapat dikuasai sehingga kualitas para santri dan pesantren pun akan lebih baik.
 
Selain memberi kesempatan ini, ia juga terus melakukan komunikasi dengan berbagai pesantren di Lampung untuk perkembangan pesantren khususnya terkait pendidikan. Aksi sosial memang sering dilakukan Prof Aom yang gaji tiap bulannya sebagai rektor disumbangkan ke Masjid Al-Wasi'i Kampus Unila ini.
 
 
Beasiswa untuk Anak-anak Timur Tengah
Selain memberi kesempatan untuk para santri, Rektor Unila sebagai Ketua Forum Rektor Penguat Karakter Bangsa juga menginisiasi langkah strategis yakni memberi kesempatan anak-anak pelajar dari negara-negara Timur Tengah yang sering dilanda konflik untuk mendapat beasiswa kuliah gratis. Nantinya para pelajar ini akan belajar di 40 perguruan tinggi negeri yang tergabung dalam forum tersebut.
 
“Jika satu PTN saja bisa merekrut lima mahasiswa, maka ada 200 mahasiswa dari kawasan konflik tersebut yang kuliah di Indonesia di 40 PTN itu,” terangnya.
 
Saat ini, di Universitas Lampung sendiri sudah ada beberapa pelajar luar negeri dari Timur Tengah seperti dari Palestina yang belajar di berbagai program studi. Menurut Prof. Aom, ada beberapa manfaat yang bisa diambil dari terobosan baru ini. Pertama adalah penyebaran toleransi dan moderasi beragama yang menjadi ciri khas Islam di Indonesia ke Timur Tengah.
 
“Nanti setelah 4 atau 5 tahun anak-anak timur tengah itu lulus sebagai sarjana, membawa gagasan role model kebhinekaan, toleransi dan moderasi beragama dari tanah air kita untuk negara mereka. Dengan demikian kita bisa menyumbang kesejukan dan perdamaian di panggung dunia sesuai amanat konstitusi kita,” jelas Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi Lampung ini.
 
Manfaat kedua lanjutnya adalah universitas yang memiliki mahasiswa dari luar negeri akan mendapat poin dalam penilaian pemeringkatakan Dikti.
 
Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Syamsul Arifin 
BNI Mobile