Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Jadi Kampus Berskala Internasional, Kado Unisma Jelang Seabad NU

Jadi Kampus Berskala Internasional, Kado Unisma Jelang Seabad NU
Di tahun 2027, Unisma menargetkan masuk sebagai world class university (universitas berskala internasional). (Foto: Dok Unisma)
Di tahun 2027, Unisma menargetkan masuk sebagai world class university (universitas berskala internasional). (Foto: Dok Unisma)

Jakarta, NU Online
Universitas Islam Malang (Unisma) Jawa Timur sebagai salah satu Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) di Indonesia bertekad akan memberikan kado untuk satu abad berdirinya NU. Karena itu, Unisma sedang berupaya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan.

 

"Insyaallah kurang lebih sekitar lima tahun lagi NU akan merayakan 100 tahun berdirinya. Kami akan memberikan kado untuk NU," kata Rektor Unisma H Maskuri dalam talkshow Satu Abad NU, Tantangan Baru PTNU yang disiarkan langsung TV9 Nusantara, Sabtu (5/9) pagi.

 

Dijelaskan Maskuri, pada 2020 ini Unisma telah mempersembahkan untuk NU sebuah prestasi membanggakan, yakni peringkat ke-44 dari 4670 perguruan tinggi negeri dan swasta se-Indonesia. Sementara di Jawa Timur sendiri, Unisma masuk sepuluh besar perguruan tinggi negeri dan swasta.

 

"Bahkan di Malang, untuk swasta, kami masuk di peringkat pertama. Di Indonesia, PTNU yang masuk peringkat pertama adalah Unisma," jelas santri alumni Pondok Pesantren Langitan, Tuban, Jawa Timur ini.

 

Menurutnya, Unisma akan terus berikhtiar untuk menjadi lokomotif bagi PTNU yang lain. Upaya-upaya perbaikan telah dan akan selalu diupayakan oleh Unisma. Beberapa di antaranya adalah menjadi kampus dengan good university governance (tata kelola universitas yang sudah baik) pada 2011-2014.

 

"Unisma juga telah masuk ke learning university. Kami juga sudah masuk ke research university; dan pada 2023 mendatang kami masuk ke entrepreneur university. Di tahun 2027, kami akan masuk ke world class university (universitas berskala internasional). Saat ini saja sudah ada mahasiswa dari 15 negara asing yang belajar di sini," jelas Maskuri.

 

Akademisi yang pernah mondok di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang ini mengungkapkan bahwa tahapan demi tahapan sudah dirancang dengan sedemikian rupa. Tentu sembari mempersiapkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dari para pengajar.

 

"Kemudian juga mempersiapkan kualitas manajemen agar lebih baik. Juga di dalam berbagai bidang seperti akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Tak terkecuali terkait masalah jaringan baik nasional maupun internasional," ungkapnya.

 

Oleh karena itu, Maskuri menegaskan bahwa Unisma akan terus berupaya memberikan satu kontribusi besar terhadap bangsa dan negara sekaligus juga memberikan kado untuk usia satu abad NU. Menurutnya, jika kualitas SDM sudah unggul, maka Unisma dapat bersaing dengan perguruan-perguruan tinggi yang lain.

 

"Bahkan, bukan hanya nasional tetapi juga internasional," tegas alumnus Fakultas Tarbiyah Unisma pada 1992 ini.

 

Jaga tradisi NU

Sekalipun Unisma akan bersaing dengan perguruan tinggi lain, bahkan di skala internasional, Unisma tidak akan pernah menghilangkan kekhasan NU yang sudah mengakar di dalam kampus.

 

"Di setiap matakuliah pasti diselipkan soal prinsip-prinsip Ahlussunnah wal Jamaah. Terlebih, kami juga senantiasa menciptakan satu lingkungan yang Islami ala NU di Unisma ini," jelas Maskuri.

 

Ia memberikan contoh kultur keislaman yang terdapat di lingkungan kampus itu. Seperti ketika pimpinan atau karyawan datang, maka terlebih dulu membaca Al-Qur'an. Kemudian, para mahasiswa selalu membaca Shalawat Nuril Anwar sebelum memulai kuliah di kelas.

 

"Ada juga Yaumil Qur'an di Setiap Rabu pada pekan pertama. Ini adalah kegiatan yang masih bisa kita lakukan, agar mahasiswa yang bersaing di skala global tidak tercerabut dari akar tradisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah ala NU," pungkasnya.

 

Pewarta: Aru  Lego Triono
Editor: Kendi Setiawan

BNI Mobile