Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

NU DIY Segera Realisasikan Program SISNU Setelah Ngaji di Jateng

NU DIY Segera Realisasikan Program SISNU Setelah Ngaji di Jateng
Sekretaris PWNU DI Yogyakarta Muhtar Salim (kanan) saat di PWNU Jateng (Foto: NU Online/Samsul Huda)
Sekretaris PWNU DI Yogyakarta Muhtar Salim (kanan) saat di PWNU Jateng (Foto: NU Online/Samsul Huda)

Semarang, NU Online

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta akan segera merealisasikan pendataan potensi nahdliyin melalui program Sistem Infornasi Strategis Nahdlatul Ulama (SISNU) seperti yang  dilaksanakan di Jawa Tengah.

 

Sekretaris PWNU DIY Muhtar Salim mengatakan, program ini bagus dan dan mudah untuk dilaksanakan dengan melibatkan seluruh warga, pengurus NU mulai dari ranting, MWC, cabang, hingga wilayah.

 

"Tidak hanya data potensi warga dan organisasi, tetapi sekaligus dalam waktu dua menit bisa dicetak kartu  tanda anggota NU atau Kartanu yang selama ini menjadi momok bagi pengurus NU di Yogyakarta," kata Muhtar di sela menyaksikan simulasi proses pendataan data base warga dan pencetakan Kartanu di sekretariat PWNU Jateng, Sabtu (12/9) malam.

 

Dikatakan, pengurus NU di Yogya beberapa waktu lalu sebenarnya sudah merealisasikan program Kartanu namun tidak tuntas karena sistemnya macet,  sehingga menjadikan pengurus trauma. 

 

"Namun setelah melihat keberhasilan konsolidasi PWNU Jateng dengan SISNU-nya, PWNU DIY termotivasi untuk mencoba lagi dengan mengikuti jejak Jateng. 

 

Karena itu PWNU DIY mengajak sekretaris cabang NU dengan menyertakan seorang calon  petugas pengola program untuk belajar ngaji mendata dan mencetak Kartanu dalam waktu cepat melalui program SISNU ke Jateng," ucapnya. 

 

Rombongan PWNU DIY saat bersilaturahim ke Kantor PWNU Jawa Tengah, Jalan dr Cipto 180 Semarang (Foto: Samsul Huda)

 

Disampaikan, para sekretaris dan pengelola program mendalami seluruh rangkaian proses SISNU mulai dari sistem, teknik input di lapangan, jadwal kerja, produksi Kartanu, simulasi, penyimpanan data yang aman, dan seterusnya.

 

"Ngaji kilatan tentang SISNU di Jateng kami lakukan secara tuntas, setelah selesai kami pulang ke Yogya. Lima cabang NU yang ada meliputi Kota Yogyakarta, Bantul, Sleman, Kulon Progo, dan Gunung Kidul akan langsung bergerak menyiapkan diri merealisasikan SISNU," ujarnya.

 

Kedatangan rombongan pengurus  wilayah dan cabang-cabang NU se DIY diterima Rais PWNU Jateng KH Ubaidullah Shodaqoh, Ketua H Muhammad Muzamil, Sekretaris H Hudallah Ridwan Naim, Bendahara Kholison, dan Tim Pengelola Program SISNU PWNU Jateng.

 

Ketua PWNU Jateng H Muhammad Muzamil kepada NU Online, Senin (14/9) mengatakan, untuk memulai program SISNU dibutuhkan motivasi yang kuat, diawali dengan langkah mobilisasi pengurus untuk meyakinkan diri bahwa program ini sangat bermanfaat untuk warga.

 

Menurutnya, dalam waktu sepuluh hari pertama program ini diluncurkan sudah terdata dan terekam 500 ribu orang lebih, karena input dan basis datanya ada di ranting maka dijamin validitasnya. Saat ini seluruh ranting NU di Jateng masih bergerak melakukan pendataan.

 

"Realisasi program ini tidak hanya menghasilkan database saja, tetapi sekaligus menjadi pemicu terkonsolidasinya organisasi dan tumbuhnya motivasi warga dalam berkhidmah kepada jamiyah maupun masyarakat," pungkasnya.

 

Kontributor: Samsul Huda
Editor: Abdul Muiz

BNI Mobile