Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Tiga Hal yang Perlu Dilakukan Masyarakat Sebelum Vaksin Covid-19 Tersedia

Tiga Hal yang Perlu Dilakukan Masyarakat Sebelum Vaksin Covid-19 Tersedia
Penantian temuan dan kemajuan penelitian seputar vaksin virus corona dinantikan warga seluruh dunia, termasuk Indonesia. (Ilustrasi: NU Online)
Penantian temuan dan kemajuan penelitian seputar vaksin virus corona dinantikan warga seluruh dunia, termasuk Indonesia. (Ilustrasi: NU Online)

Jakarta, NU Online

Belakangan ini vaksin virus corona tengah ramai diperbincangkan sebagai solusi menghadapi pandemi yang belum juga diketahui kapan berakhirnya. Meski vaksin Covid-19 sudah diujikan ke beberapa subjek, namun vaksin belum tersedia dan belum diproduksi massal.


Terkait hal itu, Pakar Epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), dr Syahrizal Syarif memaparkan tiga langkah yang perlu dilakukan masyarakat sebelum vaksin Covid-19 tersedia dan diproduksi massal.


Pertama, Syahrizal menekankan pencegahan penyebaran dan penularan Covid-19 melalui basis komunitas terkecil dari birokrasi pemerintahan yaitu di tingkat dusun atau rukun tetangga (RT).


“Pantau kesehatan setiap keluarga berbasis dusun atau RT jika mungkin bikin grup Whatsapp setiap hari,” ujar Syahrizal beberapa waktu lalu di Jakarta.


Kedua, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Kesehatan itu juga tidak henti-hentinya mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berupaya menjaga jarak (social distancing) dan memakai masker, terutama untuk warga yang keluar rumah.


“Pastikan 90 persen warga yang keluar rumah menggunakan masker dan jaga jarak,” tegas pria yang pernah menjadi anggota Tim Pakar Kajian virus SARS di Tiongkok pada 2003 silam ini.


Ketiga, Syahrizal juga mendorong agar warga suspek, yakni kasus konfirmasi ringan dan sedang agar ditempatkan di pusat karantina, karena di tempat tersebut mendapat pengawasan dari petugas kesehatan.


“Tempatkan mereka yang suspek, kasus konfirmasi ringan dan sedang di pusat karantina yang diawasi petugas kesehatan. Sebisa mungkin jangan isolasi mandiri di rumah untuk menghindari penularan lewat kluster rumah tangga,” jelas Syahrizal yang juga Wakil Rektor Unusia Jakarta ini.


Penantian temuan dan kemajuan penelitian seputar vaksin virus corona dinantikan warga seluruh dunia, termasuk Indonesia. Di Indonesia, tengah dilakukan uji klinis vaksin Sinovac. Uji klinis dilakukan terhadap lebih dari 1.400 relawan di Bandung, Jawa Barat.


Uji klinis vaksin Sinovac asal China telah memasuki fase uji klinis tahap 3 yang telah dimulai sejak 11 Agustus 2020. Para relawan telah disuntikkan calon vaksin dan akan dipantau perkembangannya.


Uji klinis fase 3 calon vaksin tersebut diperkirakan akan selesai pada Januari 2021 mendatang. Kelanjutan vaksin tergantung dari uji klinis yang saat ini sedang dilakukan. Jika uji klinis tidak berhasil, pembuatan vaksin Covid-19 akan percuma.


Pewarta: Fathoni Ahmad

Editor: Muchlishon

BNI Mobile