Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Jamaah Bisa Umrah Dua Kali, Tapi Harus Menunggu 14 Hari

Jamaah Bisa Umrah Dua Kali, Tapi Harus Menunggu 14 Hari
Pelaksanaan haji pada akhir Agustus lalu dengan menggunakan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. (Foto: Kementerian Media Saudi via Arab News )
Pelaksanaan haji pada akhir Agustus lalu dengan menggunakan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. (Foto: Kementerian Media Saudi via Arab News )

Makkah, NU Online
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengatakan, jamaah harus menunggu 14 hari sebelum memesan tanggal lain untuk melaksanakan umrah yang kedua kalinya. Hal ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada yang lainnya.


“Jamaah bisa melaksanakan umrah dua kali, tapi harus menunggu 14 haru sebelum menunaikan umrah yang kedua, untuk memberikan kesempatan kepada semua orang untuk melaksanakan umrah sesuai dengan protokol kesehatan,” kata Kepala Strategi dan Perencanaan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, Amr al-Maddah, dilansir laman Arab News, Rabu (30/9).


Menurut al-Maddah, sampai saat ini ada 35 ribu permintaan yang sudah terdaftar untuk menunaikan umrah. Sebagaimana diketahui, Arab Saudi akan mulai menyelenggarakan kembali umrah pada 4 Oktober mendatang. Ini menjadi fase pertama pelaksanaan umrah yang direncanakan Saudi di tengah pandemi Covid-19.


Pada fase pertama, jamaah yang diizinkan melaksanakan umrah dibatasi hanya 6.000 orang. Mereka terdiri dari warga Saudi dan ekspatriat yang tinggal di Kerajaan. Selama fase pertama, jamaah akan melaksanakan umrah pada enam waktu yang berbeda setiap harinya, dengan memberi masing-masing jamaah tiga jam untuk berumrah. 


Al-Maddah mengatakan, jamaah tidak diizinkan melaksanakan umrah pada waktu antara Shalat Maghrib dan Shalat Isya. Selama waktu ini, otoritas terkait akan membersihkan dan mendisinfeksi situs-situs pelaksanaan umrah.


“Jamaah akan mulai melaksanakan umrah pada tengah malam, tempat umrah didesinfeksi sebelum kelompok jamaah umrah lainnya datang,” ujarnya.


Masing-masing kelompok jamaah akan ditemani oleh pengawas yang akan memastikan mereka menaati jaga jarak dan mengikuti semua aturan yang sudah ditetapkan. Ruang isolasi akan disediakan di area pusat hotel untuk menangani adanya potensi kasus Covid-19.


Fase kedua dijadwalkan mulai pada dua pekan kemudian yaitu 18 Oktober, dengan jumlah jamaah 20 ribu-49 ribu jamaah per hari. Pada fase ketiga dimulai pada 1 November dan jamaah dari luar Saudi diizinkan untuk melaksanakan umrah. Kapasitas fase ketiga mencapai 20 ribu-60 ribu jamaah per harinya. Sementara tahap keempat dilaksanakan ketika otoritas Saudi memutuskan bahwa risiko pandemi Covid-19 telah hilang. Pada tahap ini, pelaksanaan umrah akan kembali normal dengan kapasitas jamaah penuh (100 persen dari total kapasitas masjid). 


“Kerajaan menerapkan kewaspadaan ekstra selama musim haji dan umrah untuk melindungi Muslim di seluruh dunia, dan mengizinkan mereka untuk menunaikan umrah dengan nyaman dan damai sejalan dengan tindakan pencegahan (penyebaran Covid-19),” jelasnya.


Pewarta: Muchlishon
Editor: Fathoni Ahmad  


 

BNI Mobile