Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

RMINU Lamongan Gelar Diklat, Ajak Pesantren Cegah Penularan Covid-19

RMINU Lamongan Gelar Diklat, Ajak Pesantren Cegah Penularan Covid-19
Diklat Poskestren oleh PC RMINU Lamongan di Pesantren Putri Al Fatimiyah, Banjaranyar, Paciran. (Foto: NU Online/Ibnu Nawawi)
Diklat Poskestren oleh PC RMINU Lamongan di Pesantren Putri Al Fatimiyah, Banjaranyar, Paciran. (Foto: NU Online/Ibnu Nawawi)

Lamongan, NU Online

Sejumlah ikhtiar dilakukan masyarakat dalam upaya mencegah kian merebaknya wabah virus Corona. Tidak semata mengandalkan perhatian pemerintah, sejumlah kalangan juga turut melakukan aksi nyata.

 

Seperti dilakukan Pengurus Cabang (PC) Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Lamongan, Jawa Timur yang melakukan upaya pencegahan penularan Covid-19. Pada saat yang sama juga berupaya meningkatkan kesehatan santri.

 

Yang terbaru, PC RMINU Lamongan bekerja sama dengan Pengurus Cabang (PC) Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU), Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) dan Perkumpulan Dokter Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Lamongan menggelar pendidikan dan latihan atau Diklat.

 

Acara ini merupakan sosialisasi sekaligus Diklat pos kesehatan pondok pesantren atau Poskestren secara virtual tahap kedua di masa pandemi. Kegiatan dipusatkan di aula Pondok Pesantren Putri Al Fatimiyah, Banjaranyar, Paciran, Jumat (2/10/2020).

 

Ketua PC RMINU Lamongan, H Abdullah Adib Haad dalam sambutannya menyampaikan bahwa Diklat dan sosialisasi Poskestren virtual dilakukan dalam dua tahap dan diikuti sejumlah santri.

 

“Kegiatan ini sebagai wujud pencegahan penularan Covid-19 di pesantren masing-masing dan sebagai implementasi dalam mewujudkan serta menyiapkan santri sehat untuk Indonesia kuat,” katanya.

 

Dijelaskannya bahwa pelatihan Poskestren virtual dilakukan dua tahap. Pertama melingkupi wilayah Lamongan kota dan sekitarnya yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Mu’awanah pada Ahad (13/9/2020).

 

“Kegiatan kemudian dilanjutkan tahap kedua hari ini untuk wilayah Paciran dan sekitarnya,” jelasnya.

 

Lebih jauh dikemukakan bahwa pada pelatihan terbilang luar biasa karena tidak hanya diikuti santri pondok pesantren wilayah Paciran. Tapi juga ada santri pondok pesantren dari Tikung, Turi, dan Babat.

 

Disampaikan Gus Adib, pelatihan Poskestren virtual sebagai ikhtiar untuk menyiapkan santri dan ponpes sehat. “Karena bila santri sehat, maka Indonesia akan kuat,” tuturnya.

 

Pada kesempatan tersebut, Gus Adib menambahkan bahwa output Diklat ini adalah menyiapkan santri kader kesehatan. Juga ada Poskestren yang dipantau Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama selama 24 jam.

 

“Santri-santri yang ikut dalam kegiatan Diklat virtual ini sebagai kader kesehatan di pesantren masing-masing. Setelah Diklat, nanti ada satu handphone dalam pondok yang khusus sebagai konsultasi dan monitor dengan dokter pendamping dalam Poskestren virtual,” terang Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fatimah tersebut.

 

Di kesempatan yang sama, KH Salim Azhar selalu Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lamongan menyampaikan apresiasi. Dirinya turut  berterima kasih kepada RMINU Lamongan karena terus mengadakan kegiatan yang sangat bermanfaat tersebut.

 

Menurutnya, pertemuan ini untuk mengusahakan kesehatan santri. Yang membanggakan adalah RMINU bisa mengajak LKKNU, LKNU dan PDNU untuk ikut andil dalam kesehatan santri.

 

RMINU Lamongan dalam mengadakan kegiatan tidak tebang pilih dan membedakan pesantren. Semua diajak bersama dalam hal pencegahan Covid-19 dan juga kesehatan santri.

 

“RMINU sudah mengusahakan untuk pondok pesantren tanpa pandang itu Lamongan ataupun Babat. Adanya PCNU Lamongan dan Babat itu tugas kerjanya saja, tapi untuk kegiatannya tetap semuanya diajak,” jelas kiai yang juga pengasuh Pondok Pesantren Sunan Sendang Roudlotut Thullab tersebut.

 

KH Salim Azhar juga menyampaikan harapan bahwa setelah acara dilaksanakan untuk tidak berhenti. Akan tetapi terus melanjutkan dan memantau praktik usai Diklat.

 

“Setelah pelatihan, RMINU bisa berkunjung ke pondok pesantren, apa praktik kesehatan sudah dilakukan atau belum,” pungkasnya.

 

Pewarta: Ibnu Nawawi

Editor: Syamsul Arifin

BNI Mobile