Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download
HARI SANTRI 2020

Pandemi Covid-19 Diharapkan Tak Halangi Santri Meriahkan Hari Santri 2020

Pandemi Covid-19 Diharapkan Tak Halangi Santri Meriahkan Hari Santri 2020
Ketua PW RMINU Jateng, KH Nur Machin (Foto: NU Online/Samsul Huda)
Ketua PW RMINU Jateng, KH Nur Machin (Foto: NU Online/Samsul Huda)

Semarang, NU Online 

Pandemi Covid-19 diharapkan tidak menghalangi para kiai dan santri di Jawa Tengah dalam memeriahkan kegiatan peringatan Hari Santri tahun 2020 melalui berbagai cara. 

 

Ketua Pengurus Wilayah (PW) Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Tengah KH Nur Machin mengatakan, pesantren mesti harus bisa mensiasati kondisi, momentum Hari Santri tahun 2020 jangan dibiarkan berlalu begitu saja.

 

"Momentum  strategis ini harus bisa dimanfaatkan untuk meneladani perjuangan para kiai dan santri dalam ikut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari berbagai ancaman ketika NKRI baru berusia beberapa hari," kata Gus Machin kepada NU Online di Semarang, Kamis (16/10).

 

Dijelaskan, karena masih dalam suasana pandemi Covid-19 dan para kiai sedang disibukkan dengan upaya-upaya memotong mata rantai virus Corona agar tidak timbul klaster baru covid di lingkungan pesantren.

 

"PW RMINU Jateng hanya mengeluarkan arahan kepada cabang-cabang RMINU di Jateng agar dalam penyelenggaraan Hari Santri menyesuaikan dengan situasi dan kondisi," ujarnya.

 

Kegiatan yang dijalankan lanjutnya, jangan memicu terciptanya kerumunan massa dalam jumlah besar. Diupayakan agenda Hari Santri dipusatkan di masing-masing pesantren, sehingga bisa menginspirasi para kiai dan santri untuk berjihad mencegah penyebaran Covid-19.

 

"Kalaupun harus menggelar silaturahim diharapkan pesertanya sangat terbatas dan mentaati protokol kesehatan yakni yang hadir harus bermasker, mencuci tangan dengan sabun, dan selalu menjaga jarak," paparnya. 

 

Ditambahkan, para pengurus cabang RMINU dan kiai pengasuh pesantren di Jateng  dapat memahami dan memaklumi kebijakan RMINU Jateng ini, terputusnya silaturahim secara fisik antara para kiai, santri, dan masyarakat terutama para wali santri sama-sama dipahami sebagai sebuah upaya untuk saling menjaga dan memotong mata rantai covid.

 

Kepala Bidang Pendidikan Keagamaan dan Pondok Pesantren ( PK Pontren) Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah Nur Abadi mengapresiasi kebijakan PW RMINU Jateng yang mendorong pesantren di Jateng agar memanfaatkan momentum Hari Santri 2020 ini untuk menggali inspirasi sehingga dapat meningkatkan motivasi untuk menyelamatkan pesantren dari ancaman Covid-19.

 

"Apapun aktivitas yang dilakukan kami berharap para kiai dan santri tetap mematuhi protokol kesehatan dalam menggelar kegiatan Hari Santri. Mematuhi protokol sejatinya tidak hanya melindungi dirinya sendiri dari ancaman covid, tetapi sekaligus juga melindungi orang lain," pungkasnya.

 

Kontributor: Samsul Huda
Editor: Abdul Muiz

BNI Mobile