Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Kiai Said Sebut Akhlak Sebagai Modal dari Segala Perkara

Kiai Said Sebut Akhlak Sebagai Modal dari Segala Perkara
Ketum PBNU KH Sadi Aqil Siroj (Foto: NU Online)
Ketum PBNU KH Sadi Aqil Siroj (Foto: NU Online)

Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menyebut akhlak sebagai modal dari segala perkara. Menurut Kiai Said, dengan akhlak yang baik maka umat manusia akan mendapatkan keselamatan dan keberkahan hidup.  

 

Pengasuh Pesantren Al-Tsaqafah ini menjelaskan, sekalipun beberapa warga NU secara ekonomi belum berada pada posisi sejahtera. Tetapi, patutlah berbangga karena memiliki akhlak yang mulia. 

 

Terkait ini, katanya, NU selalu menjadi garda terdepan dalam mendidik akhlak masyarakat. Hal ini karena NU selalu menjunjung sabda Nabi, Innama buits’tu li utammima makarimal akhlak. Bahwa Nabi Muhammad SAW diturunkan ke bumi untuk menyempurnakan akhlak.  

 

"Akhlak itu apa sih, banyak sekali. Jujur, tanggung jawab, rendah hati, hormat orang tua, baik kepada teman, jika punya tetangga kita kerja sama dengan baik," kata Kiai Said saat menjadi pembicara kunci di Webinar Ekonomi Seri #3 yang digelar secara virtual oleh Lembaga Perekonomian PBNU, Rabu (11/11). 

 

Kiai jebolan Ummal Qurra Arab Saudi ini mengungkapkan, setiap masyarakat sudah pasti memiliki masalah, apalagi mereka yang berprofesi sebagai pelaku usaha. Namun, Islam menganjurkan agar setiap masalah tersebut dapat segera diuraikan. Tidak dalam waktu yang lama. 

 

Kiai Said menyebut istilah itu sebagai khusnul muamalah yang berarti membangun transaksi atau bergaul secara baik dengan sesama pengusaha atau pedagang. Intinya, dalam hal apa pun apalagi dalam kegiatan usaha, umat Muslim dianjurkan tetap menjadikan akhlak sebagai modal utama

 

"Semuanya harus membangun kebersamaan dengan baik dan jujur, itu akhlakul karimah," ucapnya. 

 

Orang-orang yang saat ini menjadi konglomerat maupun pengusaha sukses harus memegang teguh akhlak dan kepribadian. Supaya, apapun usaha yang dijalankan tetap mendapatkan ridha dari Allah SWT. 

 

"Menjadi apa saja, menjadi pimpinan, manajer, harus mempunyai karakter yang baik," tuturnya.

 

Pewarta: Abdul Rahman Ahdori
Editor: Kendi Setiawan

BNI Mobile