Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Logistik Halal Penting Diperhatikan di Tengah Pandemi, Begini Caranya

Logistik Halal Penting Diperhatikan di Tengah Pandemi, Begini Caranya
Ilustrasi halal. (NU Online)
Ilustrasi halal. (NU Online)

Jakarta, NU Online

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Marsudi Syuhud menjelaskan bahwa suatu produk disebut halal mengacu pada kriteria syariat Islam seperti halal zatnya, halal cara memperolehnya, dan halal cara pengolahannya.


Pada kriteria halal cara pengolahannya mensyaratkan adanya proses produk halal yang mencakup rangkaian kegiatan untuk menjamin kehalalan produk seperti penyediaan barang, pengelolaan, penyimpanan, pengemasan, pendistribusian, serta penjualan.


“Sehingga dalam rangkaian kegiatan ini memerlukan suatu sistem rantai pasok yang menjamin kualitas proses produk halal,” ujar Marsudi saat mengisi diskusi daring bertajuk 'Logistik Halal di Tengah Pandemi', Kamis (19/11) yang digelar BGR Logistics.


Pada prinsipnya, lanjut Marsudi, logistik halal adalah proses penanganan arus bahan atau produk melalui rantai pasokan (supply chain) yang sesuai dengan standar halal. Fokus dari halal berdasar pada pemisahan (segmentation) dan bukan pada deteksi atau kecurigaan semata.


“Pada posisi ini, logistik halal akan memastikan konsistensi penanganan halal seperti harapan masyarakat Muslim dengan mengacu pada UU No 33 Tahun 2014,” ucap Anggota Badan Pengawas Jaminan Produk Halal (BPJPH) ini.


Sementara itu, Direktur Utama Sucofindo Bachder Djohan Buddin menyampaikan peran Sucofindo untuk mendukung halal logistik mulai dari Lembaga Sertifikasi Produk terakreditasi, Lembaga Inspeksi yang terakreditasi, Laboratorium pengujian halal terakreditasi, memiliki Sucofindo Centre for Learning & Development (SCLD), memiliki pusat kajian halal, serta memiliki auditor halal yang tersertifikasi BNSP.


“Proses logistik halal dimulai dari awal bahan baku sampai dengan konsumen, di mana BGR Logistics berperan untuk memastikan kualitas suatu produk dan ketelusuran produk mulai dari awal sampai dengan akhir diterima konsumen. Perusahaan penyedia jasa logistik halal harus memiliki Sistem Jaminan Halal (SJH) untuk menjamin kualitas kehalalannya,” kata Bachder.


Menurut Pemerhati Logistik dan Industri Halal, adanya kehalalan merupakan hadiah dari Tuhan untuk semua manusia dan bukan hanya untuk Muslim saja. Halal sebenarnya bersifat universal yang mencakup healthy, hygiene, safety, fairness, ethical.


Indonesia dengan besarnya pasar yang ada berusaha membangun Indonesia Interated Halal Ecosystem yang tidak lagi berbicara hanya konteks pangan melainkan juga gaya hidup di mana di dalamnya termasuk halal logistik yang saat ini BGR Logistik lakukan.


“Dan saat ini konsumen di Indonesia dan Dunia menginginkan konsumsi kosmetik hingga produk farmasi yang bersertifikasi halal dan bukan hanya produk pangan saja yang bersertifikat halal. Ini yang menjadi dapat tugas Sucofindo nantinya,” jelas Sitta.


Dalam kesempatan ini, Direktur Utama BGR Logistics M. Kuncoro Wibowo menyampaikan bahwa peran BGR Logistik mulai dari penyimpanan, pengemasan hingga pendistribusian.


Menurutnya, logistik halal harus bisa traceable (terlacak) sehingga mudah dilacak dimana salah satunya yang dilakukan BGR Logistics adalah melalui aplikasi Warung Pangan dimana UMKM akan mendapatkan produk yang terjamin kehalalannya.


Logistik halal akan berdasar pada pemisahan (segregation) antara produk halal dengan non-halal yang dilakukan dengan tujuan agar tidak terjadi kesalahan penanganan barang, menjaga agar tidak saling terkontaminasi serta memastikan konsistensi penanganan halal logistik sebagaimana harapan para Muslim. BGR Logistics menggandeng Sucofindo sebagai badan sertifikasi halal logistik di Indonesia.


Aplikasi Warung Pangan yang diinisiasi oleh Kementerian BUMN dan Kementerian Koperasi dan UKM sejak Agustus 2020 akan mendistribusikan pangan mulai dari hulu (petani, peternak, nelayan, serta produk-produk dari BUMN Klaster Pangan) sampai dengan hilir (UMKM dan konsumen).


“Dengan memiliki sertifikasi halal, maka akan membuat para UMKM dan Konsumen senang karena proses pengadaan, pengemasan dan pendistribusian dijamin kehalalannya oleh kami,” pungkas Kuncoro.


Pewarta: Fathoni Ahmad

Editor: Muchlishon

BNI Mobile