Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Kekuatan Ekonomi Dapat Diawali dengan Penguatan Pasar Baru

Kekuatan Ekonomi Dapat Diawali dengan Penguatan Pasar Baru
Pasar rakyat membantu UMKM yang masih kesulitan dalam mendapatkan legalitas produk, pengemasan produk yang menarik, serta kesulitan dalam pemasarannya.
Pasar rakyat membantu UMKM yang masih kesulitan dalam mendapatkan legalitas produk, pengemasan produk yang menarik, serta kesulitan dalam pemasarannya.

Jakarta, NU Online
Ketua Koperasi Konsumen  Syariah An Nisa Jawa Timur (Puskop An Nisa), Hj Yayuk Ningsih menyebutkan bahwa kekuatan Muslimat NU di Jawa Timur saja pada 2019 adalah sekitar 4 juta jiwa. Menurutnya jumlah ini menjadi potensi kekuatan ekonomi yang luar biasa apabila dibangun pasar yang makmur. Hal itu juga sesuai dengan fungsi Puskop An Nisa yakni dengan membangun jaringan atau pasar di seluruh Jawa Timur.

 
"Satu hal yang menjadi titik berat kami adalah jaringan yang ada di Muslimat NU seperti lembaga sosial keagamaan ini bisa diisi menjadi satu kekuatan ekonomi, yaitu kami awali dengan memperkuat pasar baru," ungkap Hj Yayuk Ningsih dalam Webinar Peringatan Hari Ibu dengan tema Pemberdayaan Perempuan Pelaku UMKM dengan Pemasaran Digital yang diadakan NU Online, Selasa (22/12).


Salah satu program pembangunan pasar baru hasil kolaborasi Koperasi An Nisa dan pemerintah ialah pasar rakyat. Di dalamnya terdapat beberapa usaha mikro kecil menengah (UMKM) di bawah binaan Muslimat NU. Pasar rakyat ini membantu UMKM yang masih kesulitan dalam mendapatkan legalitas produk, pengemasan produk yang menarik, serta kesulitan dalam pemasarannya.


"Kami yakin, kalau pasar rakyat ini terus dilakukan, berkolaborasi dengan pemerintah, hal-hal yang menjadi kelemahan UMKM akan teratasi secara bersama-sama," ujarnya optimis.

 

Menurut Hj Yayuk, pembangunan pasar baru ini perlu mendapat dukungan dari berbagai kalangan. Selain pemerintah, beberapa pihak yang telah ikut mendukung program Puskop An Nisa ini adalah Tokopedia yang membantu pengembangan pemasaran produk secara online, dan beberapa perusahaan lainnya.

 

Dalam diskusi yang sama, Divisi Strategi Pemasaran AdAsia Holding Adinda Julia mengatakan ada hal yang harus disiapkan sebelum memutuskan menjual produk-produk UMKM di internet. Pelaku UMKM harus dapat membaca terlebih dahulu berapa persentasi pengguna internet di Indonesia. Jika hal ini sudah diketahui, secara perlahan, pelaku usaha dapat melakukan proses penjualan produk usahanya tersebut.  

 

Menurut Adinda, data Januari 2020 tahun ini, pengguna media sosial di Indonesia sendiri mencapai 338,2 juta. Sementara total pengguna internet mencapai 175,4 juta dengan penetrasi 64 persen. Namun, pengguna aktif medsos di Indonesia yaitu 160 juta dengan penetrasi 59 persen.

 

"Data ini sebenarnya sangat membantu teman-teman kita di UMKM. Teman kita di mana pun ketika mau masuk ke ranah digital. Karena sebelum itu, kita melakukan digital marketing harus tahu dulu, mencari riset bagaimana pengguna sosial media di Indonesia," kata Adinda.

 

Pelaku UMKM binaan Badan Restorasi Gambut (BRG) RI di Kalimantan Selatan, Laila Hayati mengatakan sejak dibentuk pada Juni 2020, UMKM yang memproduksi kain sasirangan terus mengalami perkembangan signifikan. Meski jumlahnya tidak banyak, kain batik sasirangan yang dijual secara online semakin dikenal dan dimintai oleh sebagian kelompok masyarakat. Karenanya, setiap hari ada saja yang memesan kain sasirangan tersebut UMKM yang didominasi oleh kelompok perempuan tersebut. 

 

Kontributor: Sarihat
Editor: Kendi Setiawan

Posisi Bawah | Youtube NU Online