Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

PCNU Jember Bagikan Ribuan Paket Anti Corona

PCNU Jember Bagikan Ribuan Paket Anti Corona
Perwakilan PCNU Jember secara simbolis tengah menyerahkan paket bantuan obat dan barang anti Corona kepada salah seorang penerima yang mewakili sebuah pesantren. (Foto: NU Online/Aryudi A Razaq)
Perwakilan PCNU Jember secara simbolis tengah menyerahkan paket bantuan obat dan barang anti Corona kepada salah seorang penerima yang mewakili sebuah pesantren. (Foto: NU Online/Aryudi A Razaq)

Jember, NU Online
Pandemi virus Corona yang belum juga mereda sampai saat ini membuat Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember Jawa Timur meningkatkan kesiagaannya untuk memutus penularan virus yang awalnya merebak di China itu.


Peningkatan kesiagaan itu diwujudkan dengan membagikan ribuan botol  hand sanitizer ukuran 100 ml, ribuan kotak vitamin C, puluhan ribu masker kain, ratusan tangki semprot, dan ribuan tablet desinfektan.


“Ribuan paket anti Corona itu adalah hibah dari hamba Allah yang tidak mau disebutkan namanya. Kami diberi amanah untuk menyerahkannya kepada pesantren yang telah ditunjuk. Hari ini selesai penyerahannya itu,” ujar Sekretaris PCNU Jember, Ustadz Pujiono Abdul Hamid di Jember, Ahad (3/1).


Menurutnya, hamba Allah tersebut mengirimkan obat dan barang anti virus Corona itu ke kantor NU Jember bersamaan dengan daftar penerima, yakni 105 pesantren di Jember dan sebagian di Kencong.  Sejak lima hari lalu, barang tersebut telah diambil oleh penerima (pesantren) hingga selesai hari ini.


Ustadz Puji, sapan akrabnya, berharap agar barang dan obat-obatan itu dimanfaatkan sebaik mungkin, terutama oleh kalangan  santri untuk memutus mata rantai penularan virus tersebut. Sehingga santri benar-benar aman, dan bisa mengaji dengan tenang.


“Kita tidak ingin pesantren menjadi klaster baru penyebaran Corona,” ungkapnya.


Dosen IAIN Jember itu menegaskan bahwa menjelang akan diterapkannya pembelajaran dengan tatap muka, santri perlu lebih awas terhadap penularan Corona.  Sebab, kemungkinan kontak dengan sesama santri lebih terbuka. Karena itu, tiada cara lain kecuali terus tetap mematuhi protokol kesehatan.


“Pembelajaran dengan tatap muka juga mengandung risiko terjadinya penularan Corona, karenanya kehati-hatian perlu ditingkatkan,” pintanya.


Ustadz Puji menegaskan, pihaknya terus memberikan imbauan agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan, lebih-lebih saat ini penularan Corona semakin merajalela. Imbauan tersebut sering disampaikan saat acara laillatul ijtima’, pengajian, dan acara insidentil lainnya.


“Kunci pemberantasan Corona terletak pada kesadaran masing-masing individu untuk mematuhi protokol kesehatan,” jelasnya.


Jember  termasuk daerah yang cukup banyak kejadian kasus Corona. Meskipun Bupati Faida menggelontorkan  dana Covid-19 sebesar Rp 479 Miliar, namun Corona seolah tak bisa dibendung. Jika dibandingkan dengan 4 daerah tetangga, jumlah penderita Corona di Jember menempati rangking teratas.  


Berikut update data per tanggal 2 Januari 2021. Jember: 4.524 orang (sembuh 3.720 orang, meninggal 209 orang), Banyuwangi: 4.109 orang (sembuh 3.449 orang, meninggal 387 orang), Lumajang: 2.425 orang (sembuh 2.031 orang, meninggal 160 orang), Situbondo: 1.707 orang (sembuh 1.506 orang, meninggal 121 orang), dan Bondowoso: 1.524 orang (sembuh 1.398 orang, meninggal 82 orang).


Pewarta:  Aryudi A Razaq
Editor: Muhammad Faizin

Posisi Bawah | Youtube NU Online